BI: Volatile Food Pengaruhi Inflasi Akhir Tahun

Sabtu, 17/12/2016 12:47 WIB

Jakarta - Gejolak harga pangan (volatile food) diprediksi akan berpengaruh besar terhadap laju inflasi pada akhir 2016.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengatakan, volatile food memang sangat mungkin mengalami peningkatan, terutama jika terjadi gangguan pasokan yang kerap muncul dengan berbagai alasan.

"Volatile food ini memang harus menjadi perhatian karena mempengaruhi laju inflasi. Pasokan pangan yang terhambat bisa karena faktor cuaca dan sebagainya," ujar Mirza kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (17/12).

Ia menilai laju inflasi sejauh ini masih terkendali dengan perkiraan pada akhir 2016 berada di kisaran 3,2 persen. Artinya, masih ada pada batas bawah range sasaran BI sebesar 4 persen plus minus 1 persen.

Jika pun nantinya inflasi meningkat, lanjut Mirza, pihaknya yakin akan ada cara untyuk tetap mengendalikannya pada batas ideal. Faktor yang membuat inflasi bisa dijaga meliputi terbatasnya permintaan domestik, terkendalinya ekspektasi inflasi, dan menguatnya nilai tukar rupiah.

Keyword : Volatile Food BI

TERKINI
Ini Alasan Hari Kartini Selalu Identik dengan Kebaya Selain Kartini, Ini 4 Perempuan Pejuang Pendidikan di Indonesia Peringatan Hari Kartini Setiap 21 April: Ini Sejarah hingga Tujuannya 21 April 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini