Biden Sepakat Gelar KTT dengan Presiden Putin

Senin, 21/02/2022 13:15 WIB

Washington, Jurnas,com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sepakat mengadakan konferensi tingkat tinggi (KTT) dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, untuk membahas krisis di Ukraina.

Pembicaraan yang diusulkan oleh Prancis itu hanya akan terjadi, jika Rusia tidak menyerang tetangganya, menurut pernyataan Gedung Putih pada Senin (21/2).

Dikutip dari BBC, pertemuan itu diyakini dapat menawarkan solusi diplomatik yang mungkin untuk salah satu krisis keamanan terburuk di Eropa dalam beberapa dekade.

Para pejabat AS mengatakan intelijen menunjukkan Rusia siap untuk meluncurkan operasi militer, meski akhirnya dibantah Moskow.

Proposal itu diumumkan oleh kepresidenan Prancis, setelah dua panggilan telepon antara Presiden Emmanuel Macron dan Putin, yang berlangsung selama hampir tiga jam.

Pertukaran kedua terjadi pada Senin dini hari waktu Moskow, dan mengikuti percakapan 15 menit yang dilakukan Macron dengan Biden.

Kantor Macron mengatakan rincian kemungkinan KTT akan dibahas selama pertemuan antara Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Kamis mendatang.

Dalam sebuah pernyataan yang mengkonfirmasi proposal tersebut, Gedung Putih juga mengatakan Rusia tampaknya "melanjutkan persiapan untuk serangan skala penuh di Ukraina segera", dan bahwa AS siap untuk memaksakan "konsekuensi cepat dan berat" jika itu terjadi.

Pemerintahan Biden memperkirakan Rusia telah mengumpulkan hingga 190.000 tentara di sekitar Ukraina, termasuk pasukan separatis di wilayah Donetsk dan Luhansk di Ukraina timur.

Perusahaan AS Maxar mengatakan citra satelit baru menunjukkan beberapa penempatan lapangan baru peralatan lapis baja, dan pasukan dari garnisun Rusia di dekat perbatasan dengan Ukraina, yang menunjukkan peningkatan kesiapan militer.

Putin menyetujui perlunya "memprioritaskan solusi diplomatik" untuk krisis tersebut, menurut kepresidenan Prancis. Dikatakan "pekerjaan intensif" akan dilakukan untuk memungkinkan pertemuan "dalam beberapa jam ke depan" yang bertujuan untuk gencatan senjata.

Kremlin mengatakan Putin menyalahkan militer Ukraina atas meningkatnya ketegangan. Ukraina membantah hal ini, dengan mengatakan Moskow terlibat dalam kampanye provokasi yang bertujuan menciptakan dalih untuk intervensi.

TERKINI
Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Paru-paru Basah Bolehkah Meminta Kematian Saat Ditimpa Ujian Berat? Ini Hukum Pamer Kekayaan atau Flexing dalam Islam Inilah Ciri-Ciri Mukmin Sejati Menjelang Kematian