Apresiasi Kinerja Densus 88, Habib Syakur: MUI Harus Berbenah dan Audit

Kamis, 17/02/2022 10:40 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Publik tercengang oleh penangkapan dua pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bengkulu, yang salah satu diantaranya kader Partai Ummat (bentukan Amien Rais, red) oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri karena dugaan terlibat aksi terorisme.

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (BNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid menyatakan, sejatinya MUI itu merupakan lembaga sakral yang diisi oleh alim ulama dengan berbagai level keilmuan.

Maka publik pun tercengang, kok anggota MUI wilayah atau daerah terlibat jaringan teroris di masyarakat.

"Jadi sangat mengkhawatirkan sekali jika para pelaku tindak pidana terorisme yang ditangkap Densus 88 itu adalah dari MUI wilayah," kata Habib Syakur dalam diskusi bertajuk "Menilik Radikalisme dan Menakar Kebebasan Berekspresi di Ruang Publik" secara daring, Rabu (16/2/2022).

Habib Syakur meminta MUI Pusat melakukan evaluasi, dan audit kinerja pengurus MUI di daerah agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

Menurut Habib Syakur, yang harus dipahami bahwa radikalisme itu masuk ke lini kehidupan masyarakat secara halus, secara berlahan.

"Ini saya katakan bawa seharusnya MUI menjadi garda terdepan memfilter masyarakat dari pengaruh-pengaruh radikalisme dan intoleran," ucapnya.

Di sisi lain Habib Syakuar sepakat bahwa radikalsiem dan intoleran itu juga terjadi di agama lain, selain islam. Namun, yang harus diantisipasi ialah bagaiaman menekan penyebaran paham-paham yang merusak bangsa tersebut.

Terkait pernyataan Partai Ummat yang meminta Pemerintah mengevaluasi Densus 88 Antiteror Polri karena kadernya ditangkap, menurut Habib Syakur, yang harus dievaluasi itu ialah struktur dan keanggotaan Partai Ummat.

Habib Syakur menyebut Densus 88 tidak perlu dievaluasi, tapi harus diapresiasi. Ia menilai kinerja Densus 88 semakin hari semakin baik.

"Semakin nyata, Densus 88 ini sebagai kesatuan khusus membuat rakyat jadi tenang, aman, nyaman dan teratasi masalah trorisme radikalisme."

"Dan Densus 88 ini tidak kompromi sama sekali dari siapa pun dari golongan apa pun jika mereka yang nyata-nyata adalah pelaku tindak pidana terorisme harus ditangkap," tuntas Habib Syakur.

TERKINI
Studi Ungkap Batas Suhu Padi, Indonesia Hadapi Ancaman Penurunan Produksi Konsumsi Makanan Ultraproses Bisa Merusak Kualitas Otot Secara Perlahan 8 Camilan Lezat Bernutrisi untuk Menaikkan Berat Badan Ideal Astrid Rilis Album Aku dan Cahaya, Ungkap Tantangan yang Dihadapinya