Selasa, 15/02/2022 18:10 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak para petani untuk mengamati serta mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT) guna menjaga produktivitas pertanian.
Kegiatan pengamatan OPT dilakukan Kementan dengan memanfaatkan program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP).
Melalui IPDMIP, Kementan menggelar Sekolah Lapang untuk para petani yang tergabung dalam Poktan Sumber Makmur 01 Miru, Jum`at (21/1). Kegiatan kali ini memberikan materi mengenai PHT atau Pengamatan OPT, dengan pemateri Khamim, POPT dari Kecamatan Sekaran.
Optimalkan Produktivitas, Kementan Susun Kebijakan dan Strategi Pengembangan P4S
Komisi IV Dorong Penyediaan Infrastruktur untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian 2025
Swasembada Solusi untuk Memenuhi Kebutuhan Padi Nasional
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan produksi pertanian tidak boleh terganggu.
"Kita harus memastikan pertanian bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, produksi harus terjaga. Jangan sampai tanaman terganggu OPT yang bisa membuat produktivitas menurun," katanya.
Sebelumnya Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, berharap petani bisa menyerap ilmu sebanyak mungkin dari kegiatan ini.
"Petani harus terus meng-up date pengetahuan dan kemampuannya. Kementerian Pertanian pun mendukung hal tersebut dengan memberikan sejumlah program seperti IPDMIP," katanya.
Dedi menegaskan peningkatan pengetahuan SDM pertanian sangat penting.
"Karena, faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas pertanian adalah SDM. SDM-lah yang mengatur pupuk dan menerapkan penggunaan teknologi," katanya.
Tidak itu saja, Dedi menyebut SDM pertanian yang bisa mendukung pengembangan pertanian. Khususnya para petani milenial. "Jadi, kalau ingin mengembangkan pertanian, kembangkan dahulu SDM-nya," ujarnya.