Minggu, 13/02/2022 17:26 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyatakan jika jaringan internet di Desa Wadas, Purworejo sempat mengalami perlambatan.
Ketua YLBHI, Muhammad Isnur curiga jika melambat jaringan internet diduga untuk mencegah penyebarluasan informasi terkait situasi terkini di Desa Wadas.
Isnur menambahkan, saat itu sebetulnya terekam melalui sejumlah video mengenai tindakan Kepolisian saat turun ke Desa Wadas beberapa waktu lalu.
“Tapi kami curiga ada upaya mencegah publikasi, livestream, penyebarluasan informasi, dengan cepat melalui sosial media dengan cara perlambatan (internet),” kata Isnur saat diskusi virtual yang diselenggarakan Iluni UI secara virtual, Minggu (13/2).
Baleg DPR Soroti Tumpang Tindih Kewenangan Audit Kerugian Negara
Flick Bangga Meski Barcelona Tersingkir dari Liga Champions
Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, Waspadai Lonjakan Penyakit Ini
Isnur juga memaparkan aliran listrik ke Desa Wadas juga sempat dipadamkan. Dia mengatakan padamnya listrik berdampak pada banyak hal. Salah satu hal yang dia soroti adalah terhadap arus keluar masuknya informasi dari Desa Wadas.
“Tetapi listrik yang padam menyebabkan banyak hal. Informasi misalnya televisi ataupun hp yang low bat (battery) tidak bisa dilakukan untuk percepatan informasi ke luar,” ungkap Isnur.
Selain itu, Isnur juga menjelaskan LBH dan pihak-pihak yang hendak menyalurkan logistik sempat kesulitan untuk masuk ke Desa Wadas. Dia menuturkan akses pintu masuk ke Desa Wadas ditutup. Bahkan dia menyebutkan sejumlah jurnalis sempat dihalang-halangi untuk memasuki Desa Wadas.
Keyword : Desa Wadas YLBHI jaringan internet