Pimpinan Komisi V DPR Minta Ditjen Perkeretaapian Tingkatkan Pengawasan Pembangunan Kereta Cepat

Rabu, 09/02/2022 16:21 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Komisi V DPR RI meminta Ditjen Perkeretaapian Kemenhub dan Direktur PT. KCIC meningkatkan pengawasan dalam pelaksanaan pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras menegaskan, pihaknya juga meminta Ditjen Perkeretaapian Kemenhub dan Direktur PT. KCIC menyelesaikan permasalahan dan kendala teknis serta dampak pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah dan stakeholder.

“Poin berikutnya, Komisi V meminta Ditjen Perkeretaapian dan Direktur PT. KCIC memperjelas status kepemilikan dari struktur permodalan pasca perubahan postur anggaran dalam penyelenggaraan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Komisi V juga meminta Ditjen Perkeretaapian dan Direktur PT KCIC selalu memprioritaskan keselamatan kerja dan ketaatan terhadap Standar Operasional Prosedur pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung,” kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (9/2).

Hal yang sama disampaikan Andi Iwan dalam kesimpulan rapat Komisi V DPR RI dengan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri dan Dirut PT. KCIC Dwiyana Slamet Riyadi dalam pembahasan progres pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, baru-baru ini.

Selain itu, ungkap Aras, Komisi V juga meminta Ditjen Perkeretaapian dan Direktur PT. KCIC melibatkan lebih banyak porsi kepada penyedia jasa lokal dalam pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

“Terakhir, Komisi V mendesak Ditjen Perkeretaapian Kemenhub dan Direktur PT KCIC segera menyelesaikan review terhadap dokumen perencanaan (feasibility study) sebagai bahan untuk menjalankan fungsi pengawasan,” pungkas legislator dapil Sulawesi Selatan II itu.

TERKINI
Delegasi Dunia Kagumi Kearifan Lokal di Lapas Bangli dan Bapas Karangasem 10 Ucapan Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika 2026 yang Penuh Makna 71 Tahun Konferensi Asia Afrika: Warisan Bandung di Tengah Dunia Bergejolak "Super-Venus", Planet Baru Enaiposha yang Bikin Ilmuwan Bingung