Minggu, 06/02/2022 13:57 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyarankan kepada semua pihak termasuk korban kekerasan seksual berani bicara atas hal yang dialaminya ke kepolisian. Hal itu dinilai salah satu cara memberi efek jera bagi pelaku.
"Metode kita relatif bagus. Nah yang kurang adalah lebih proaktif menyampaikan kepada masyarakat, kalau kamu mengalami situasi itu cepat lapor ke sini jangan malu," kata Ganjar dalam keterangannya.
Ganjar menuturkan keberanian itu tetap harus dibarengi kesadaran seluruh pihak untuk membantu dan memberikan keadilan bagi korban.
Lebih lanjut, Ganjar mengklaim juga telah menginstruksikan dinas terkait untuk terus memonitor dan mengawal penyelesaian kasus kekerasan seksual.
Habiburokhman Apresiasi Gerak Cepat BEM UI Respons Kasus Kekerasan Seksual
RUU PSDK Diharapkan Akhiri Ketimpangan antara Pelaku dan Korban
Sahroni Dukung Polisi Selidiki Kasus Kekerasan Seksual di Pamekasan
"Mereka percaya diri dan mengambil resiko ke publik, menurut saya, iya dia saya acungi jempol," paparnya.
Di sisi lain, Ganjar berharap masyarakat lebih peduli pada kasus kekerasan dan pelecehan seksual. Bahkan, dia mengaku siap pasang badan jika ada korban yang ingin melapor tapi tidak berani.
"Kemarin ada kejadian salah satunya di Wonosobo dan ini ke pelajar terus kemudian ramai, teman-temannya membantu diviralkan. Saya bilang hati-hati, jangan sampai kalau diviralkan malah jadi menambah derita korban, jangan sampai mereka tertekan," tutur Ganjar.
"Pesan saya kepada siapapun untuk cepat melapor kepada kita, agar kemudian tidak ada orang yang tahu apalagi korbannya anak-anak, ini mesti kita lindungi," ujarnya.
Berdasarkan data lembaga Legal Resource Centre Untuk Keadilan Jender dan HAM (LRC-KJHAM) terdapat 80 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Jateng.
Keyword : Ganjar Pranowo Kekerasan Seksual Lapor Korban