Adaptif dan Inovatif Jadi Kunci Hadapi Tantangan di Era Digital

Sabtu, 05/02/2022 17:28 WIB

Surabaya, Jurnas.com - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, berpesan kepada para mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) agar terus adaptif dan inovatif dengan segala perubahan. 

Menurut Menaker, perlunya senantiasa bersikap adaptif dan inovatif ini agar dapat menjawab tantangan di era digital dan bonus demografi yang ada. 

"Teruslah belajar, bertumbuh dan berkembang dengan memanfaatkan segala media yang ada, untuk meningkatkan kompetensi dan skills kita agar tidak tertinggal di era digital ini. Teruslah mengembangkan soft skills dan budi pekerti yang baik karena kedua hal ini merupakan modal keberhasilan di dunia kerja, selain kompetensi yang mumpuni," ujar Menaker. 

Menaker menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan pada acara Wisuda dan Pelantikan Lulusan Program Diploma, Sarjana, dan Profesi Tahun Akademik 2021/2022 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya di Auditorium Lt. 9 Unusa Tower Kampus B Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (5/2/2022). 

"Manfaatkanlah semua kesempatan dan program yang ada termasuk yang sudah disediakan oleh pemerintah," ucapnya. 

Menaker mengatakan, Kemnaker saat ini sudah menyediakan platform dan aplikasi Siapkerja yang merupakan ekosistem digital pelayanan ketenagakerjaan secara menyeluruh dan terintegrasi, yaitu Skillhub, Sertihub, Karirhub, dan Bizhub. 

Dengan mendaftar aplikasi ini, katanya, pendaftar di antaranya bisa melihat banyak lowongan pekerjaan dan mendaftar pelatihan untuk meningkatkan skills dan kompetensinya. 

Pada kesempatan itu, ia juga berharap banyak lulusan Unusa yang bisa menjadi entrepreneur yang bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak. 

"Dengan kerja keras dan ilmu yang telah diperoleh, saya optimis Anda semua lulusan Unusa akan menjadi motor pembangunan bagi Indonesia di era Bonus Demografi dan Revolusi Digital," ucapnya. 

TERKINI
Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja? Tiga Gunung Paling Angker di Jawa, Tidak Cocok untuk Anda yang Penakut Alasan 19 April Ditetapkan Sebagai Hari Hansip Nasional, Ini Sejarahnya