Senin, 12/12/2016 18:50 WIB
Jakarta - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali menangkap tiga terduga teroris di tiga daerah yang berbeda. Sehingga total menjadi tujuh orang terduga teroris terkait temuan bom berdaya ledak tinggi di Bekasi, Jawa Barat.
Ketiganya yakni KF (Khafidz Fatoni) berusia 22 tahun ditangkap di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, kemudian APM seorang perempuan berusia 25 tahun ditangkap di Solo, Jawa Tengah dan WP (24 tahun) ditangkap di Klaten, Jawa Tengah. ketiganya merupakan kelompok jaringan MNS (Nur Solihin) yang ditangkap di Bekasi, Jawa Barat pada hari sebelumnya.
Baca Juga :Pengakuan Pelaku Bom Bintara, Ini Target Peledakannya
"Pada Minggu (11/12), ditangkap tiga orang di tiga lokasi berbeda," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Jakarta, Senin.
Sejarah Babinsa, dari Mata dan Telinga Negara hingga Garda Teritorial Desa
Silahkan di Zoom, Ini Muka Pelaku Begal Casis Bintara Polri Satrio Mukti
Calon Siswa Bintara Polri Dibegal, Kapolri Beri Penghargaan Atas Keberaniannya
Baca Juga: Densus 88 Sita Celurit dari Rumah Mertua Teroris
Dari penggeledahan kamar kos KF, ditemukan botol-botol berisi cairan kimia, komputer jinjing, telepon genggam dan beberapa buku bertema jihad. Selain itu diketahui bahwa APM adalah istri pertama MNS.
Baca Juga: Tokoh Utama Perakit Bom Bintara Ditangkap
Pada Sabtu (10/12), Densus 88 menangkap tiga terduga terori, MNS dan AS (Agus Supriyadi) seorang pria serta DYN (Dian Yulia Novi) seorang perempuan. MNS dan AS ditangkap di jalan layang Kalimalang, Bekasi. Sementara DYN ditangkap di rumah kontrakan di Jalan Bintara Jaya 8 Bekasi, Jawa Barat. S alias Abu Izzah ditangkap di daerah Sabrang Kulon Matesih, Kabupaten Karanganyar, Solo, Jawa Tengah.
Keyword : Penangkapan Teroris Bintara