KPK Amankan 2 Mobil dan Dokumen Terkait Kasus Bupati Buru Selatan

Selasa, 01/02/2022 17:28 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan barang bukti 2 unit mobil dan sejumlah dokumen yang terkait aliran sejumlah uang untuk Bupati Kabupaten Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa.

Barang bukti mobil dan dokumen diduga berkaitan dengan kasus suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Buru Selatan, Maluku tahun 2011-2016.

"Ditemukan dan diamankan berbagai bukti diduga terkait perkara diantaranya 2 unit mobil, dokumen-dokumen terkait aliran sejumlah uang yang diduga dinikmati oleh tersangka TSS (Tagop Sudarsono Soulisa) dkk," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (1/2).

Sejumlah barang bukti itu diamankan usai tim penyidik KPK menggeledah tiga lokasi di wilayah Kota Ambon, Maluku. Di antaranya, rumah pihak swasta Ivana Kwelju, dan sebuah kantor yang diduga terkait dengan perkara ini.

Barang bukti itu kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta untuk dianalisis dan didalami. Bukti-bukti itu akan dikonfirmasi kepada sejumlah saksi yang diperiksa tim penyidik.

"Bukti-bukti ini masih akan dianalisis kembali dan disita untuk melengkapi berkas perkara," kata Ali.

Diketahui, KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait proyek pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Buru Selatan, Maluku tahun 2011-2016.

Mereka ialah mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa serta dua pihak swasta bernama Johny Rynhard Kasman dan Ivana Kwelju.

KPK menduga Tagop selaku Bupati Buru Selatan setidaknya menerima suap dan gratifikasi dengan nilai sekitar Rp 10 miliar dari sejumlah kontraktor, salah satunya Ivana Kwelju.

Suap itu diberikan Ivana karena dipilih mengerjakan salah proyek yang anggarannya bersumber dari dana DAK Kabupaten Buru Selatan.

TERKINI
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya