Senin, 31/01/2022 13:07 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Gerilya politik yang dilakukan Partai Golkar dengan menguningkan Jawa Tengah mendapat tanggapan dingin dari PDI Perjuangan.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Junimart Girsang menilai kegiatan Golkar di Kandang Banteng itu lumrah terjadi dalam dunia politik kerakyatan.
"Namanya juga usaha. Tapi yang pentingkan perankan politik yang sehat, cerdas dan santun,” ujar Junimart kepada Wartawan, Minggu (30/1).
Apa yang dilakukan Partai Golkar di `kandang Banteng` Jawa Tengah sebatas aksi sosial. Menurut Junimart, hal tersebut merupakan hal biasa bagi parpol yang memang seharusnya bekerja untuk rakyat.
Sekjen Golkar Resmi Luncurkan Buku Kekuasaan Yang Menolong
Legislator Golkar: Harga BBM Subsidi Tak Naik, Daya Beli Tetap Terjaga
Legislator Golkar: Negara Harus Punya Sistem Kelola Aset Rampasan Jelas
"Giat-giat sosial merupakan tanggung jawab moral setiap anak bangsa. Kewajiban setiap partai tanpa melihat tempat, ruang dan waktu. Partai kan untuk rakyat. Bukan rakyat untuk partai," ujarnya.
"Jadi apa pun itu, yang pasti, PDIP tetap solid bergerak bersama rakyat dengan semangat gotong-royongnya," ungkap Junimart.
Sementara itu, legislator PDIP, Hendrawan Supratikno menilai aksi Partai Golkar di lumbung suara PDI Perjuangan bahkan tak dianggap sebagai gerilya politik.
"Enggak ada gerilya-gerilya," ujar Hendrawan.
Industri politik saat ini, menurut Hendrawan, masih di tahap konsolidasi internal. "Kami semua tenang-tenang. Kami sibuk dengan Omicron ini lho," ujarnya.
Sebelumnya, Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jeirry Sumampouw, Golkar sedang melakukan gerilya politik ke Jawa Tengah. Gerilya ini dianggap sebagai upaya Partai Golkar mencoba `mengkuningkan` Jateng.
"Saya membacanya Partai Golkar menganggap gerilya politik itu harus dilakukan. Untuk apa? Menggarami lautan. Jadi sekarang Golkar berani dan percaya diri masuk ke wilayah yang bukan basisnya," kata Jeirry.
Keyword : GolkargrilyaJawa TengahPDI Perjuangan