Selasa, 11/01/2022 14:14 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mendorong perusahaan agar memberikan kesempatan kerja yang sama antara laki-laki dan perempuan. Pasalnya, saat ini tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan masih sedikit.
"Tingkat partisipasi angkatan kerja kita menunjukan bahwa perempuan masih di bawah laki-laki. Pengangguran juga banyak perempuan. Artinya kita punya PR yaitu memberikan kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan," ucap Menaker.
Menaker menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi Jajaran Pimpinan PT Nestle Indonesia di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (11/1/2022).
Menurut Menaker, ketika kesempatan perempuan ke dunia kerja lebih sedikit dibanding laki-laki, maka menimbulkan ketidaksiapan lingkungan dalam merespons kehadirannya.
Legislator NasDem: Politik Jangan Lagi Jadi Ruang Terbatas bagi Perempuan
Pemerintah Diminta Beri Perlindungan Hukum Jelas untuk Industri Tembakau
Andreas Hugo: AI Harus Jadi Alat, Bukan Pengganti Manusia
"Akibat dari masih sedikitnya kesempatan bagi perempuan, maka lingkungan pun belum mendukung, sehingga perlu adanya penyesuaian-penyesuaian lingkungan, seperti jam malam," ucapnya.
Untuk itu, katanya, perlu adanya perhatian dari perusahaan dan lingkungan secara umum tentang pentingnya perlindungan bagi pekerja perempuan. Perlindungan bagi pekerja perempuan, khususnya terkait pencegahan kekerasan, pelecehan seksual, dan diskriminasi di tempat kerja.
"Kalau laki-laki pulang malam, fine, tapi kalau perempuan dengan risiko macam-macam tentu harus mendapatkan akses perlindungan lebih bagus," ucapnya.