Pasukan AS di Korea Selatan Tingkatkan Kewaspadaan COVID-19

Sabtu, 08/01/2022 20:32 WIB

SEOUL, Jurnas.com - Pasukan Amerika Serikat Korea (USFK) menaikkan status kewaspadaan perlindungan kesehatan pada Sabtu (8/1) setelah melaporkan 682 kasu COVID-19. Kasus baru membuat total infeksi menjadi 3.027.

Sebelumnya, pasukan AS mengatakan, hampir 90 persen tentara, keluarga, dan orang-orang terkait lainnya telah divaksinasi.

Di negara tetangga Jepang, Perdana Menteri Fumio Kishida mengatakan pada Jumat (7/1), pemerintah akan memperketat pembatasan di tiga wilayah yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS untuk membendung lonjakan COVID-19.

Rencana "Bravo Plus" militer AS di Korea Selatan akan melarang makan di restoran di luar pangkalan dan mengunjungi mal dalam ruangan, bar, klub, gimnasium, taman hiburan, teater, dan panti pijat, kata pasukan AS di situs webnya, Jumat.

Perjalanan ke ibu kota Seoul juga dilarang, kecuali untuk tugas resmi atau untuk orang yang tinggal atau bekerja di sana, tetapi kegiatan termasuk berbelanja bahan makanan dan layanan keagamaan diperbolehkan.

"Karena keberadaan COVID-19 yang terus berlanjut di USFK dan Korea Selatan, USFK telah meningkatkan kondisi perlindungan kesehatannya ke seluruh semenanjung `Bravo Plus`," katanya.

Korea Selatan melaporkan infeksi harian yang memecahkan rekor sekitar 7.800 setelah melonggarkan aturan jarak sosial di bawah skema hidup dengan COVID-19 pada November.

Lonjakan kasus tersebut, mendorong pihak berwenang memberlakukan kembali pembatasan yang lebih ketat pada bulan berikutnya.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (Korea Disease Control and Prevention Agency/KDCA) melaporkan 3.510 kasus baru pada Jumat (7/1), sehingga total 661.015, dengan 5.986 kematian.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan 19 infeksi baru dikonfirmasi di antara personel militer Korea Selatan pada Jumat, dengan total 3.403.

Sumber: Reuters

TERKINI
Ini 5 Penyebab Mata Kering dan Cara Mengatasinya Kapal Dagang Iran Diserang, Menlu Iran dan Rusia Kutuk Tindakan Ukraina Kasus Rejang Lebong Meluas, KPK Usut Korupsi di Pemkot Bengkulu AS Dilaporkan Mulai Hemat Rudal Pencegat di Tengah Konflik Iran