Rabu, 22/12/2021 17:48 WIB
Lampung Tengah, Jurnas.com – Pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) telah dibuka oleh Presiden Joko Widodo yang dihadiri para tokoh bangsa di Pondok Pesantren Darussa’adah, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, pada Rabu (22/12/2021).
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar berharap pelaksanaan Muktamar ke-34 NU ini bisa berlangsung lancar, damai, dan aman.
Cak Imin bahkan berharap, dalam pemilihan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menjadi salah satu agenda penting dari pelaksanaan Muktamar ke-34 ini, sebaiknya dilakukan dengan cara musyawarah mufakat.
"Nahdlatul Ulama ini lahir dari keguyuban dan kebersamaan para ulama dalam satu ideologi Ahlussunnah Wal Jamaah sehingga semua proses pengambilan keputusan mestinya berdasarkan keguyuban, kebersamaan, musyawarah dan mufakat. Itu juga yang sedang kita usahakan untuk bangsa ini,” ujar Cak Imin yang hadir di arena Muktamar di Lampung Tengah, Rabu (22/12/2021).
Dianugerahi KWP Awards 2026, Lalu Komit Kawal Pendidikan Nasional
TKA di PKBM Jawab Tantangan Fleksibilitas Belajar
Fraksi PKB: Politik Energi Harus Berpihak Pada Rakyat
Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan bahwa NU harus menjadi teladan dalam bermusyawarah dan bermufakat, tanpa perlu mengedepankan ego masing-masing kelompok atau pribadi.
Oleh karena itu, jelas Cak Imin, musyawarah mufakat harus menjadi salah satu keunggulan dan kelebihan Nahdlatul Ulama.
"Kenapa? Bangsa kita juga sedang tumbuh menjadi kekuatan demokrasi alternatif dimana kekuatan demokrasi alternatif adalah demokrasi yang produktif, demokrasi yang efektif, demokrasi yang mufakat tanpa ada luka atau korban,” urainya.
Kata Cak Imin, NU sudah memutuskan bahwa pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) pun sebaiknya dilaksanakan secara tidak langsung, karena pemilihan langsung banyak yang tidak kondusif dalam proses kompetisinya.
Karena itu, ia mengajak mari laksanakan Muktamar tahun ini dengan semangat kebersaman, kekeluargaan, musyawarah untuk mufakat. Terserah muktamirin menentukan yang terbaik.
Cak Imin juga berharap pada pelaksanaan berikutnya Tahun 2029, semestinya pelaksanaan pemilihan ketua Tanfidziyah juga dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) atau sistem pemilihan yang memberikan mandat pengambil keputusan penuh kepada sembilan kiai sepuh, seperti yang dilakukan dalam pemilihan Rais Aam.
Diketahui, salah satu agenda penting dalam pelaksanaan Muktamar ke-34 NU di Lampung adalah memilih Ketua Umum dan Rais Aam PBNU. Sejauh ini, ada dua nama kandidat yang berpotensi maju menjadi ketua umum PBNU yakni KH Said Aqil Siroj dan KH Yahya Cholil Staquf.