Kamis, 16/12/2021 16:28 WIB
Paris, Jurnas.com - Belum lekang dalam ingatan saat Giorgino Wijnaldum disambut bak pahlawan, usai mengantarkan Liverpool juara Liga Champions pada musim 2018/2019.
Titel bergengsi itu mampir ke Anfield menyusul penantian panjang 14 tahun, sebelum akhirnya kembali ke pangkuan Bayern Munich, dan dua tahun kemudian menjadi milik Chelsea.
Wijnaldum sosok gelandang tangguh. Bersama The Reds yang dibesut oleh Jurgen Klopp, dia menjelma sebagai pemain serba bisa, yang menjadi jembatan serangan dan bertahan Liverpool.
Dalam lima tahun di Merseyside, Wijnaldum memainkan total 237 pertandingan, sebuah angka yang mengejutkan untuk seorang gelandang modern.
Luis Enrique Puji Mentalitas PSG Usai Lolos ke Semifinal Liga Champions
Hasil Liga Champions: PSG Lolos ke Semifinal, Barcelona Tersingkir
Minim Menit Bermain, Robertson Pilih Hengkang dari Liverpool Musim Depan
Pencapaian inilah yang membuatnya sesumbar. Wijnaldum menolak perpanjangan kontrak yang disodorkan Liverpool, dan lebih memilih hengkang ke Prancis, ketika Paris Saint-Germain (PSG) merayunya pada bursa transfer musim panas tahun ini.
Namun sayang, perjalanan karirnya di Paris tak seindah yang dibayangkan. Wijnaldum masih berjuang mendapatkan tempat di utama di skuat Les Parisiens.
Pemain Belanda itu lebih sering menghangatkan bangku cadangan. Dia hanya 11 kali turun reguler, dan 10 kali tampil dari bangku cadangan. Karenanya, wajar bila Wijnaldum kerap dirumorkan bakal hengkang, karena tidak bahagia bersama raksasa Prancis.
Menurut laporan Goal pada Kamis (16/12), Wijnaldum terbuka untuk kembali ke Liga Inggris. Dia dikatkan dikaitkan dengan opsi pinjaman ke Arsenal, West Ham, hingga Newcastle.
"Sangat sulit. Situasinya (seperti) bukan yang saya inginkan," kata Wijnaldum pada Oktober lalu.
Bila diperhatikan, situasi yang dialami Wijnaldum tak berbeda jauh dari Philippe Coutinho. Coutinho yang bersinar usai dibesarkan oleh Liverpool, memilih hijrah ke Barcelona. Namun di daratan Spanyol, pemain Brasil itu malah tampil buruk.
Karenanya, pengalaman kedua mantan pemain Liverpool ini setidaknya menjadi pelajaran bahwa rumput tetangga tak selamanya hijau.
Keyword : Giorgino Wijnaldum Paris Saint-Germain PSG Liverpool