Senin, 13/12/2021 22:36 WIB
London, Jurnas.com - Sekelompok ilmuwan Universitas Oxford menerbitkan temuan terbaru terkait virus Covid-19 varian Omicron, pada Senin (13/12) siang.
Dikatakan bahwa mereka yang sudah divaksinasi lengkap maupun pernah terinfeksi Covid-19 sebelumnya, tetap rawan terinfeksi varian Omicron.
Dikutip dari Reuters, ilmuwan menganalisis sampel darah dari peserta yang diberi dosis dari AstraZeneca-Oxford atau Pfizer-BioNTech, dalam sebuah penelitian besar yang meneliti pencampuran vaksin.
Hasil penelitian tersebut muncul sehari setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memperingatkan, bahwa dua suntikan tidak akan cukup untuk menahan Omicron.
Kanada Deteksi Kasus Pertama COVID Varian BA.2.86
Penjelasan Lengkap tentang Covid-19 Subvarian Eris
WHO Imbau Pelancong Pakai Masker
Johnson mengacu pada temuan badan kesehatan Inggris pekan lalu, bahwa vaksin booster secara signifikan memulihkan perlindungan antibodi terhadap varian tersebut.
Namun studi Oxford mengatakan, belum ada bukti vaksinasi lengkap terinfeksi lebih rendah terhadap Omicron. Varian tersebut tetap dapat menyebabkan risiko penyakit parah, rawat inap, atau kematian yang lebih tinggi.
"Data ini penting tetapi hanya satu bagian dari gambaran. Mereka hanya melihat antibodi penawar setelah dosis kedua, tetapi tidak memberi tahu kami tentang kekebalan seluler, dan ini juga akan diuji," kata salah satu ilmuwan yang terlibat, Matthew Snape.
Keyword : Varian Omicron Virus Covid-19 Vaksinasi Lengkap