Kamis, 02/12/2021 19:55 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Mantan Menteri Koordinator bidang Ekonomi era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rizal Ramli meminta Nahdlatul Ulama (NU) selalu memposisikan diri sebagai mobilnya rakyat, dalam arti selalu memihak pada rakyat kecil.
"NU itu mobilnya rakyat. Saya selalu andaikan NU itu mobil plat hitam. Itu lah yang membuat NU besar, selalu menjadi mobilnya rakyat," ujar Rizal Ramli saat menjadi narasumber dalam acara Halaqah Satu Abad NU dengan tema `Gagasan Kontributif Membangun Kemandirian Ekonomi Nahdliyin` di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Desember 2021.
Pada kesempatan itu, Rizal Ramli menyampaikan ekonomi harus berpihak pada rakyat kecil. Menurutnya, ekonomi Tanah Air bisa maju dengan mengembangkan usaha kecil menengah.
"Kalau menyangkut hal-hal yang penting, menyangkut hak hajat hidup orang banyak, pemerintah harus memihak," tegasnya.
1500 UMKM Ramaikan Fesitaval 1001 Malam, Lampung Timur Bidik Desa Mandiri
HUT 27 Lampung Timur, Bupati Dorong Geliat Ekonomi Datangkan 1001 UMKM
Pemerintah Diminta Intervensi Lonjakan Harga Plastik yang Tekan UMKM
Terkait kondisi ekonomi nasional saat ini, Rizal mengakui bahwa pemerintah harus kerja keras membangkitkan perekonomian bangsa. Salah satu kuncinya, menurut Rizal, dengan memperbanyak usaha kecil menengah.
"Dari dulu pengusaha kecil dan menengah selalu kesulitan modal. Sampai hari ini modal untuk usaha kecil hanya 18%, coba kalau dinaikkan dalam dua tahun yang datang naik jadi 30-40 persen, dampaknya dahsyat sekali," paparnya.
"Karena pengusaha kecil inilah yang banyak menciptakan lapangan pekerjaan. Pengusaha kecil inilah yang punya inisiatif yang banyak sekali. Kedua, kredit macetnya rendah," tandasnya.
Terakhir, Rizal berpesan agar pemerinta menyejahterakan petani. Karena, petani akan meningkatkan hasil produksi apabila mereka beruntung saat panen dan hidupnya sejahtera.
"Petani harus untung, baru dia akan meningkatkan produksi. Kalau setiap tanam dia rugi, dia tidak akan menaikkan produksi," tuntas Rizal Ramli.