Uang Beredar di RI Tumbuh jadi Rp7.490 Triliun

Selasa, 23/11/2021 18:15 WIB

Jakarta, Jurnas.com -Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Oktober 2021 tumbuh meningkat, tercatat sebesar Rp 7.490,7 triliun atau tumbuh 10,4% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami pertumbuhan 8,2% yoy.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengungkapkan, peningkatan tersebut didorong oleh akselerasi pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,6% (yoy) dan uang kuasi yang tumbuh 6,0% (yoy).

“Pertumbuhan M2 pada Oktober 2021 dipengaruhi oleh aktiva luar negeri bersih dan aktiva dalam negeri bersih. Aktiva luar negeri bersih tumbuh 5,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada September 2021 sebesar 5,0% (yoy). Aktiva dalam negeri bersih tumbuh 12,1% (yoy), meningkat dari 9,3% (yoy) pada bulan sebelumnya, didorong oleh lebih tingginya pertumbuhan tagihan bersih kepada pemerintah pusat dan penyaluran kredit,” kata Erwin dalam keterangan resminya, Selasa (23/11/2021).

Erwin menambahkan, tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh 30,4% (yoy), meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 16,1% (yoy).

Sementara itu, tren peningkatan penyaluran kredit terus berlanjut, yakni tumbuh sebesar 3,0% (yoy), meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 2,1% (yoy).

Sedangkan untuk penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), pada Oktober 2021 tercatat Rp 6.979,8 triliun, tumbuh 9,6% yoy atau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 8,0%.


TERKINI
Deretan Peristiwa Besar Islam di Bulan Zulkaidah Menteri PPPA Mohon Maaf Usul Gerbong Perempuan Dipindah Pascalaka Kereta Tolak Biaya Tambahan, Uni Eropa Serukan Akses Bebas di Selat Hormuz Bulan Zulkaidah Disebut Bulan Apit di Jawa, Begini Asal Usul dan Maknanya