Angka Vaksinasi Penuh COVID-19 di Australia Tembus 80 Persen

Sabtu, 06/11/2021 19:10 WIB

MELBOURNE, Jurnas.com - Angka vaksinasi COVID-19 penuh Australia tembus 80 persen untuk warga berusia 16 tahun ke atas per  Sabtu (6/11). Perdana Menteri Scott Morrison menyebutkan sebagai tonggak luar biasa dalam perjalanan menjadi salah satu negara yang paling banyak divaksinasi di dunia terhadap COVID -19.

Negara berpenduduk 25 juta itu telah bergerak menuju skema hidup dengan virus melalui vaksinasi ekstensif, karena varian Delta terbukti terlalu menular untuk ditekan.

"Lain, tonggak luar biasa, Australia," kata Morrison dalam sebuah posting video di Facebook, dikutip dari Reuters. "Itu empat dari lima, seberapa bagus itu? Ini benar-benar upaya nasional Australia."

Sementara vaksinasi tetap bersifat sukarela di tingkat federal, negara bagian dan teritori Australia memberlakukan tindakan wajib untuk banyak pekerjaan dan pekerja. Mereka yang tidak divaksinasi dilarang melakukan banyak kegiatan, seperti makan di luar atau konser.

Pada hari Senin, Australia melonggarkan pembatasan perbatasan internasional untuk pertama kalinya selama pandemi, tetapi hanya untuk orang-orang yang divaksinasi dari negara bagian yang sangat diinokulasi.

Media mengatakan sekitar 3.000 orang berkumpul untuk protes damai menentang protes mandat vaksin di Melbourne, ibu kota negara bagian Victoria, yang menghabiskan hampir sembilan bulan dalam enam penguncian selama pandemi.

Australia telah sering melihat demonstrasi anti-vaksin yang sering disertai kekerasan selama beberapa bulan terakhir, tetapi gerakan itu tetap kecil, dengan jajak pendapat menunjukkan jumlah mereka yang menentang vaksinasi hanya satu digit di seluruh negara.

Namun, angka vaksinasi nasional memasukkan beberapa tingkat yang tidak merata.

Hampir 90 persen orang yang memenuhi syarat telah divaksinasi penuh di negara bagian New South Wales yang paling padat penduduknya, dan hampir 95 persen di ibu kota Canberra, tetapi angka ini turun menjadi hanya 65 persen di Northern Territory dan Australia Barat yang jarang penduduknya.

Negara itu mencatat 1.558 infeksi dan 10 kematian pada Sabtu, dengan mayoritas infeksi di Victoria. Beberapa bagian Northern Territory berada dalam penguncian cepat selama tiga hari, setelah wabah berkembang menjadi tiga kasus.

Terlepas dari wabah Delta yang menyebabkan penguncian berbulan-bulan di dua kota terbesar, Sydney dan Melbourne, penghitungan nasional kurang dari 179.000 infeksi dan 1.587 kematian jauh lebih rendah daripada banyak negara maju.

TERKINI
Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Paru-paru Basah Bolehkah Meminta Kematian Saat Ditimpa Ujian Berat? Ini Hukum Pamer Kekayaan atau Flexing dalam Islam Inilah Ciri-Ciri Mukmin Sejati Menjelang Kematian