Sabtu, 30/10/2021 20:43 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021, Kementerian Sosial (Kemensos), bersama ratusan sivitas akademika Universitas Pertahanan, melakukan kerja bakti, membersihkan Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata Jakarta.
Kerja Bakti itu, diselenggarakan hingga Minggu (31/10), yang juga diikuti ratusan peserta dari unit kerja Kementerian Sosial, pilar-pilar sosial dan masyarakat.
Hal tersebut, disampaikan Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial (K2KRS), Murhardjani dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu (30/10).
“TMPNU Kalibata relatif luas. Kegiatan kerja bakti ini fokus pada pembersihan nisan-nisan maupun rumput-rumput. Dari Universitas Pertahanan sendiri membantu untuk perbaikan drainase maupun pengecatan,” kata Murhardjani.
Kemensos-BPS Percepat Pembaruan DTSEN, Penyaluran Bansos Bakal Lebih Cepat
Mendes Sebut Kesuksesan DTSEN Ditentukan Oleh Pelaksanaan di Tingkat Desa
Pemerintah Kerahkan Puluhan Ribu Petugas Verifikasi Lapangan Peserta PBI-JK
Seluruh titik lokasi TMPNU Kalibata, menjadi area pembersihan. Luasnya area yang mencapai sekitar 25 hektare membutuhkan keterlibatan banyak orang untuk membersihkannya. Sehingga kegiatan pembersihannya tidak di seluruh bagian.
Tahun 2021 ini, tema Hari Pahlawan adalah "Pahlawanku Inspirasiku" dengan filosofi dan harapan tersendiri. Dengan tema tersebut diharapkan, nilai-nilai kepahlawanan bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan membersihkan makam para pahlawan merupakan salah satu implementasi dari semangat penghormatan terhadap para pahlawan.
Menurut Murhardjani, pembersihan makam berkolaborasi dengan berbagai pihak, menjadi wujud nyata semangat kolektif mengedepankan nilai-nilai kejuangan bangsa dan bagian dari kepedulian serta penghargaan terhadap jasa pahlawan yang telah mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan.
Pada kesempatan sama, Rektor Universitas Pertahanan Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian berharap peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kita semua harus semakin semangat, harus bersatu, jangan saling menghujat. Terlebih saat COVID-19 seperti saat ini, kita harus memperkuat kerja sama dan menyatukan semangat juang, bagaimana negara kita bangkit, termasuk membangkitkan sektor ekonomi,” kata dia.
Menurut Amarulla Octavian, semangat kepahlawanan bisa menjadi kunci mencapai harapan Indonesia Tangguh dan Indonesia Bangkit.