Ingin di MU, Usain Bolt Tunggu Panggilan Mou

Selasa, 29/11/2016 07:48 WIB

London - Manusia tercepat di dunia, Usain Bolt, dengan nada berkelakar sudah melihat situasi untuk dirinya di masa depan. Bolt, hendak memilih sepakbola dan tujuannya adlah Manchester United. Untuk hal ini, Bolt tinggal menunggu panggilan telepon manajer asal Portugal yang kini menangani MU, Jose Mourinho.

Pria Jamaika yang sembilan kali menjuarai olimpiade itu mengakatan keinginannya untuk memperkuat MU pada Senin (28/11) malam, di sebuah pusat kota London. Meski tampak berkelakar, namun Bolt tak main-main dengan ucapannya. Bahkan, saking inginnya Bolt beralih ke sepakbola, CEO Borussia Dortmund, Hans Joachim Watzke telah mengkonfirmasi Bolt untuk berlatih dengan klub Bundesliga itu.

Baca Juga : Asisten Mou, Rui Faria; Kami Frustasi

"Semoga, tapi belum. Mudah-mudahan dia akan menelepon saya dan melihat apa yang terjadi. Saya sangat bersemangat tentang hal itu," ucap Bolt saat ditanya oleh media, sudahkah ia dikontak bos Manchester United, seperti dikutip dari espn.

Sejak era Sir Alex Ferguson, Usain Bolt memang pernah berkunjung di Old Trafford. Saat itu ia mengatakan hendak menjaid pemain United. Ferguson pun, begitu pula Old Trafford, akan terbuka untuk menerima Bolt.

Baca Juga : Ada Madrid dan MU Diperselisihan Kane dan Spurs

Dikabarkan, Usain Bolt akan mempertimbangkan untuk pensiun dari trek kejuaraan dunia tahun depan. Tampaknya, pria Jamaika itu akan memilih London sebagai destinasi peristirahatan.

"Kota besar London ini adalah tempat saya mendapatkan banyak cinta. Ini adalah tempat yang tepat bagi saya untuk pensiun," ucap Bolt, yang sedari awal mengagumi MU. Bolt tak menampik sudah dipersilakan masuk ke Bundesliga, namun tampaknya Bolt menginginkan Manchester.[]

TERKINI
Ilmuwan Kini Bisa "Mengedit" Sirkuit Otak untuk Meningkatkan Daya Ingat Studi: Kesepian Bisa Ganggu Daya Ingat, tapi Tidak Sebabkan Demensia Mendes Puji Jaga Desa, Lindungi Kades dari Oknum Ganggu Pembangunan Desa Australia-Jepang Teken Kesepakatan Kapal Perang Senilai Rp119 Triliun