Satu dari Dua Badak Putih Terakhir di Dunia Pensiun Bertelur

Jum'at, 22/10/2021 14:20 WIB

London, Jurnas.com - Ilmuwan memensiunkan satu dari dua badak putih utara terakhir di dunia, dari program pengembangbiakan yang bertujuan menyelamatkan spesies tersebut dari kepunahan.

Keputusan berhenti memanen telur Najin, badak berusia 32 tahun, karena mempertimbangkan usianya dan sejumlah faktor lainnya. Kini, baik Najin maupun putrinya, Fatu, tidak dapat bertelur untuk seterusnya.

Pejantan terakhir dari spesies tersebut mati pada tahun 2018, tetapi spermanya dikumpulkan dan telah digunakan untuk membuahi telur.

Prosedur ini melibatkan tim dokter hewan yang mengekstraksi telur badak, menggunakan teknik yang dikembangkan melalui penelitian bertahun-tahun.

Telur tersebut kemudian dikirim ke laboratorium Italia untuk pembuahan, menggunakan sperma dari dua badak jantan yang sudah meninggal.

12 embrio telah dibuat sejauh ini, dan para ilmuwan berharap untuk menanamkannya ke ibu pengganti yang dipilih dari populasi badak putih selatan.

BioRescue, kelompok ilmiah yang memimpin skema tersebut, mengatakan telah mempertimbangkan beberapa risiko sebelum memutuskan untuk berhenti memanen telur Najin.

"Menyetop satu individu dari program konservasi karena pertimbangan kesejahteraan hewan biasanya bukan pertanyaan untuk dipikirkan lama. Tetapi ketika satu individu adalah 50 persen dari populasi Anda, Anda mempertimbangkan keputusan ini beberapa kali," kata kepala dokter hewan Frank Göritz dan Stephen Ngulu dikutip dari BBC pada Jumat (22/10).

Selain usia lanjut, pemindaian ultrasound telah mengungkapkan beberapa tumor kecil jinak di leher rahim dan rahim Najin, dan kista di ovarium kirinya.

Tapi BioRescue mengatakan dia akan tetap menjadi bagian dari skema dengan cara lain, seperti menyediakan sampel jaringan untuk penelitian sel induk.

Diharapkan juga hewan itu dapat "mentransfer pengetahuan dan perilaku sosialnya" kepada keturunannya di masa depan.

Badak putih utara berada di ambang kepunahan karena perburuan dan hilangnya habitat. Najin lahir di kebun binatang Ceko tetapi dipindahkan satu dekade kemudian ke Ol Pejeta Conservancy di Kenya, di mana dia tinggal di bawah perlindungan bersenjata.

TERKINI
Arteta Sebut Kesempatan ke Final Terbuka di Emirates Stadium Saka Akui Arsenal Belum Puas, Bidik Kemenangan di Leg Kedua Arsenal vs Atletico Berakhir Imbang, Arteta Protes Keputusan VAR AS Klaim telah Sita Hampir 500 Juta Dolar Aset Kripto Iran