Mesir Ingin Akhiri Krisis Suriah

Rabu, 06/10/2021 07:59 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry mengatakan negaranya ingin melihat akhir dari krisis Suriah yang, selama sepuluh tahun terakhir, telah menyebabkan 13,5 juta warga Suriah mengungsi secara paksa.

"Kairo menganggap Suriah bagian integral dari domain Arab dan keamanan nasional Arab," katanya dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Al-Mekdad, dilansir Middleeast, Rabu (06/10).

Mengomentari pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Al-Mekdad, di sela-sela pertemuan Dewan Keamanan di New York bulan lalu, Shoukry mengatakan pertemuan itu bertujuan untuk membantu Suriah keluar dari krisis dan mendengarkan pemerintah Suriah.

Shoukry menekankan pentingnya mengambil langkah-langkah yang menjaga keamanan, integritas teritorial dan stabilitas Suriah serta memastikan kembalinya Suriah ke Liga Arab

“Kami menunggu langkah-langkah yang mungkin diambil pemerintah Suriah dalam kerangka solusi politik di Suriah, mengaktifkan diskusi komite konstitusi, dan mempertimbangkan situasi kemanusiaan di Suriah untuk meringankan penderitaan rakyat Suriah dan menyediakan kebutuhan mereka. kebutuhan, dan Mesir akan selalu mendukung stabilitas dan keamanan," katanya.

Rusia adalah pendukung utama rezim Presiden Suriah Bashar Al-Assad. Masuknya ke dalam perang saudara di negara itu memastikan bahwa Al-Assad merebut kembali daerah-daerah yang sebelumnya telah dikalahkan oleh kelompok-kelompok oposisi.

TERKINI
Berbagai Doa yang Diajarkan Rasulullah saat Sedang Sakit Cara Mengatasi Jenuh Belajar Menurut Hadis Nabi Muhammad Makna dari Hadis Nabi tentang Mukmin yang Cerdas dan Bertakwa Hari Selancar Internasional: Asal Usul, Sejarah, dan Makna Peringatannya