Kamis, 23/09/2021 11:15 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) telah meminta pemerintah, perusahaan, dan seniman untuk memboikot Dubai Expo 2020, yang katanya bertujuan untuk menghapus dan mengalihkan perhatian dari pelanggaran hak asasi manusia yang serius oleh Israel.
Dalam sebuah pernyataan yang diposting di situsnya, BDS mengatakan bahwa baik UEA dan Israel tanpa malu-malu menggunakan World Expo dalam menghadirkan "wajah yang lebih cantik" untuk menutupi dan mengalihkan perhatian dari pelanggaran berat hak asasi manusia mereka.
Dubai Expo akan diluncurkan pada bulan Oktober dan akan berlangsung selama enam bulan, dengan partisipasi lebih dari 191 negara dari seluruh dunia termasuk Israel.
“Paviliun Israel di Dubai Expo, yang dipimpin oleh kementerian luar negeri Israel, telah disambut seperti tidak ada paviliun lain oleh kediktatoran UEA, dalam perebutannya untuk menemukan `pelindung` baru dari mahkotanya yang goyah dalam terang AS yang genting. kehadiran kekaisaran di wilayah tersebut," lanjut pernyataan itu.
Doa dan Amalan Agar Rezeki Lancar dan Terhindar dari Korupsi
Bukayo Saka Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Ceko Bakal Terapkan Larangan Pakai HP di Sekolah, Cakupannya Luas
Israel berencana menggunakan paviliun propaganda ini untuk menormalkan dan menutupi sistem penindasannya terhadap Palestina di depan audiens Arab dan Muslim. Dengan nuansa kolonial Eropa dari masa lalu, ia mencoba memasarkan dirinya sebagai `sekilas harapan` di kawasan itu.
Kehadiran Israel di Dubai Expo datang sedikit lebih dari setahun setelah UEA dan negara pendudukan menandatangani kesepakatan damai yang dijuluki ` Abraham Accords ` di Washington.
Menanggapi pelanggaran hak UEA dan Israel yang terus berlanjut, gerakan BDS menyerukan pemboikotan semua festival, kegiatan dan proyek yang disponsori oleh rezim UEA, termasuk Dubai Expo. (Middleeast)
Keyword : Dubai ExpoSeruan BDS