Ini Alasan Golkar kembalikan Kursi Setnov di DPR

Selasa, 22/11/2016 17:39 WIB

Jakarta - Partai Golkar memutuskan untuk mengembalikan posisi Setya Novanto (Setnov) sebagai Ketua DPR. Keputusan itu diambil secara aklamasi dalam rapat pleno partai. Lalu apa alasan Partai Golkar mengembalikan posisi Setnov sebagai Ketua DPR?

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, keputusan itu diambil berdasarkan hasil judicial review yang diajukan Setnov ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dimana, MK memutuskan bahwa penyadapan dalam kasus "Papa Minta Saham" tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti.

"Maka demikian secara hukum apa yang pernah dituduhkan itu tidak benar. Batal demi hukum," kata Idrus, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/11).

Atas pertimbangan itu, kata Idrus, maka komitmen keluarga besar Partai Golkar seperti telah ditunjukan dalam Munaslub, Setnov diyakini tidak bersalah dan terlibat dalam kasus dugaan pemufakatan jahat tersebut.

"Mengapa Setnov terpilih dalam Munaslub, karena peserta Munaslub yakin Setnov tidak terlibat seperti apa yang telah dituduhkan melalui persidangan-persidangan MKD, andai yakin terlibat, tidak mungkin terpilih," jelasnya.

Untuk itu, lanjut Idrus, dalam rangka mengembalikan marwah Partai Golkar, maka Setnov diputuskan untuk kembali menjabat sebagai Ketua DPR.

"DPP Golkar dalam rapat pleno kemarin dilakukan dan dipimpin ketua harian, diambil keputusan secara aklamasi bulat tanpa ada komentar apapun dan semua menyatakan setuju," tegasnya.

Idrus menegaskan, setelah diambil keputusan dalam rapat pleno, maka konsekuensinya seluruh keluarga besar Partai Golkar harus mengamankan dan memperjuangkan keputusan tersebut.

"Saya kira ini penjelasannya dan tentu sebagai tindaklanjut dari ini, DPP Golkar mengirim surat ke fraksi dan pimpinan DPR untuk menindaklanjuti ini," tandasnya.

TERKINI
10 Ucapan Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika 2026 yang Penuh Makna 71 Tahun Konferensi Asia Afrika: Warisan Bandung di Tengah Dunia Bergejolak "Super-Venus", Planet Baru Enaiposha yang Bikin Ilmuwan Bingung Mendes Yandri Ajak Setiap Ormas Punya Desa Binaan