Jokowi Dituding di Balik Pergantian Ketua DPR

Selasa, 22/11/2016 15:07 WIB

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi)  dituding di balik pencopotan Ade Komaruddin (Akom) sebagai Ketua DPR. Golkar dinilai telah menjadi alat kepentingan kekuasaan.

Penilaian itu disampaikan politikus muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, Jakarta, Selasa (22/11). Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh, pergantian Ketua DPR atas inisiatif Presiden Jokowi.

"Saya dapat info bahwa pergantian ini juga atas petunjuk Jokowi. Kalau memang info itu benar, artinya Golkar sudah menjadi alat kepentingan Jokowi yang terakhir ini tidak bisa dilepaskan dengan isu Ahok dan kekuatan dibelakangnya," kata Doli.

Menurutnya, latar belakang itulah yang melahirkan keputusan-keputusan di rapat pleno kemarin tentang pergantian Akom ke Setnov. Sehingga, alasan yang dibuat pun jadi mengada-ada.

"Pertama perlu diingat bahwa SN bukan diberhentikan tetapi mengundurkan diri sebagai Ketua DPR. Kedua, apa kesalahan Akom sehingga harus diganti," tegasnya.

Untuk itu, Doli menduga, upaya mendudukkan Setnov kembali sebagai Ketua DPR dalam rangka konsolidasi mengamankan Jokowi yang melindungi Ahok. "Bila itu yang terjadi sulit dibantah bahwa memang konspirasi "papa minta saham" itu memang benar adanya," terangnya.

Hal itu, lanjut Doli, bermula ketika Golkar memberikan dukungan terhadap Ahok di Pilkada DKI Jakarta dan kemudian menetapkan Jokowi sebagai Capres 2019.  "Narasi besar Golkar di dalam mewujudkan cita-cita bangsa telah dikalahkan dengan diskusi-diskusi kecil rebutan kursi dan proyek," tandasnya.

TERKINI
10 Ucapan Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika 2026 yang Penuh Makna 71 Tahun Konferensi Asia Afrika: Warisan Bandung di Tengah Dunia Bergejolak "Super-Venus", Planet Baru Enaiposha yang Bikin Ilmuwan Bingung Mendes Yandri Ajak Setiap Ormas Punya Desa Binaan