Rabu, 08/09/2021 19:43 WIB
Brussels, Jurnas.com - Uni Eropa siap melanjutkan bantuan darurat ke Afghanistan tetapi akan terus mengawasi pemerintah baru Taliban.
"Uni Eropa siap untuk terus menawarkan bantuan kemanusiaan," kata Wakil Presiden Komisi Eropa, Maros Sefcovic, dikutip dari Reuters, Rabu (8/9).
Sefcovi menekankan bahwa dana donor jangka panjang bergantung pada Taliban yang menegakkan kebebasan dasar.
"Kami sangat, sangat hati-hati melihat bagaimana pemerintah baru berperilaku sebelum terlibat," katanya pada konferensi pers setelah pertemuan komisaris Uni Eropa.
Indonesia dan Uni Eropa Perkuat Kerja Sama Kehutanan Berkelanjutan
Tekan Arus Imigran, Uni Eropa Sepakat Bangun Pusat Penyelamatan Maritim
Langgar Undang-undang, Google Didenda Sebesar Rp182 Triliun
Afghanistan menghadapi runtuhnya layanan dasar dan makanan dan bantuan lainnya akan segera habis.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pada Selasa (7/9), setelah Taliban menguasai negara itu pada 15 Agustus dan Amerika Serikat (AS) dan kekuatan Barat menarik diri.