http://images.jurnas.com/img/conf-Jurnas_11.jpg

Aksi Desak Netanyahu Mundur Kian Meluas di Israel

Mutiul Alim | Minggu, 27/09/2020 22:45 WIB

Aksi protes ini terus berlanjut selama berminggu-minggu, kendati negara tersebut telah menetapkan penguncian (lockdown) baru yang ketat, guna menekan angka kasus Covid-19. Aksi protes mendesak Benjamin Netanyahu mundur dari posisinya sebagai PM Israel (Foto: Daily Sabah)

Tel Aviv, Jurnas.com - Ribuan demonstran Israel berkumpul di luar kediaman resmi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Sabtu (26/9) malam, untuk menuntut pengunduran dirinya.

Aksi protes ini terus berlanjut selama berminggu-minggu, kendati negara tersebut telah menetapkan penguncian (lockdown) baru yang ketat, guna menekan angka kasus Covid-19.

Dikutip dari Daily Sabah pada Minggu (27/9), Israel menjadi salah satu negara dengan kasus Covid-19 terburuk di dunia. Pasca lockdown diberlakukan, banyak sektor bisnis ditutup, pertemuan besar dilarang, dan masyarakat diperintahkan tetap tinggal di rumah.

Tetapi Knesset Israel, atau parlemen, tidak dapat menyetujui undang-undang yang akan melarang hak untuk melakukan protes.

Baca juga :

Netanyahu sebelumnya mendorong pelarangan demonstrasi, mengklaim bahwa itu merupakan ancaman bagi keselamatan publik, dan dia mengancam akan mengumumkan keadaan darurat untuk menghentikan kerusuhan.

Tetapi lawan-lawannya menuduhnya menggunakan krisis kesehatan sebagai dalih untuk menghentikan demonstrasi selama berminggu-minggu terhadapnya.

Selama lebih dari tiga bulan, ribuan orang memadati jalan-jalan di pusat kota Yerusalem dekat kediaman Netanyahu, meminta dia untuk mundur.

Para pengunjuk rasa mengatakan Netanyahu tidak boleh tetap menjabat ketika dia diadili atas tuduhan korupsi, dan menuduhnya ceroboh dalam menanggapi krisis virus corona.

Sebagian besar pengunjuk rasa adalah pemuda Israel terpelajar yang kehilangan pekerjaan karena kemerosotan ekonomi.

Sepanjang aksi, para pengunjuk rasa berdiri di tempat yang telah ditandai untuk menyesuaikan dengan aturan jarak sosial.

Para pemimpin protes mendesak orang-orang untuk menjaga jarak yang aman satu sama lain, dan kerumunan massa membentang hingga beberapa blok di sepanjang jalan utama, sementara patroli polisi mengawasi.

Banyak demonstran yang mengibarkan bendera Israel. Satu spanduk besar menuduh Netanyahu melakukan "binatu Gedung Putih", merujuk pada laporan Washington Post pekan lalu bahwa pemimpin Israel itu membawa tas cucian kotor bersamanya untuk dibersihkan ketika ia mengunjungi Gedung Putih.

Yang lain meneriakkan "aib", "malu", dan "jangan mencuri," mengutip Sepuluh Perintah sebelum dimulainya Yom Kippur, Hari Pendamaian Yahudi.

TAGS : Benjamin Netanyahu Aksi Protes Israel