Rabu, 21/04/2021 02:01 WIB

Apolin dan Aprobi Jalin Kerja sama dengan Politeknik LPP Yogyakarta

 Adapun produk oleochemical saat ini terdiri dari lima kelompok utama, fatty acid, fatty alcohol, metil ester, gliserol dan soap noodle

Ketua Umum APOLIN, Rapolo Hutabarat. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) dan Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) dan Politeknik LPP Yogyakarta menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding secara virtual, Sabtu (22/2).

"Pada hari ini, kita secara khusus melakukan penandatangan MoU ataran LPP Yogyakarta, Aplolin dan Aprobi. Kami memandang ini sebagai langkah strategis bagi kita semua secara nasional," kata Ketua Umum APOLIN, Rapolo Hutabarat dalam sambutannya.

Dia menilai MoU tersebut sangat strategis, mengingat pembangunan sumber daya manusia (SDM) dari segala aspeknya merupakan keharusan bagi setiap bangsa dalam menjawab berbagai tantangan, khusunya tantangan yang akan datang.

Selain itu, lanjut dia, permintaan produk dasar oleochemical Indonesia juga terus meningkat setiap tahunnya. Tahun lalu, produk turunan oleochemical berhasil dieskpor ke pasar global sebanyak 3,8 juta ton dengan nilai Rp2,64 miliar.

Industri oleochemical di Indonesia saat ini memiliki kapasitas 11,3 juta ton per tahun. Adapun produk oleochemical saat ini terdiri dari lima kelompok utama, fatty acid, fatty alcohol, metil ester, gliserol dan soap noodle.

"Melihat permintaan global yang senantiasa tumbuh positif, kami dari Apolin mengajak seluruh elemen bangsa terutama dari perguruan tinggi  bersama-sama mencari, menggali dan mengembangkan berbagai teklongi unggul dan beragam untuk produk olechemical yang sangat dubutuhkan industri global," ujar Rapolo.

Ropolo juga menantang komponen yang terlibat dalam MoU tersebut untuk memproduksi produk oleochemical yang lebih hilir dalam jumlah ratusan produk yang dibutuhkan semua industri saat ini.

"Kami mengajak kompenan yang terlibat dalam MoU untuk secara bersama-bersama menjawab tantangan sehingga dalam waktu 3 hingga 5 tahun yang akan datang Indonesia mampu memproduksi produk olechemical lebih hilir lagi dalam jumlah ratusan produk," ujar Rapolo.

TAGS : Apolin Rapolo Hutabarat Aprobi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :