Sabtu, 20/04/2024 10:14 WIB

Ponorogo Lepas 110 Ton Kunyit ke India

Tidak hanya sayur dan buah-buahan, komoditas tanaman obat ternyata juga mampu bersaing ekspor.

Kunyit yang sudah dikeringkan dimasukkan ke dalam karung. (Foto: Jurnas/Ist)

 

Jakarta, Jurnas.com - Dalam setiap pidatonya, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo selalu menggaungkan Program Gerakan Tiga kali Lipat Ekspor Produk Pertanian atau Gratieks. Gratieks menjadi gerakan terukur, terencana, terkonsepsi dan mampu dijangkau secara realistis.

Mendukung realisasi hal tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura terus menggenjot potensi-potensi komoditasnya. Tidak hanya sayur dan buah-buahan, komoditas tanaman obat ternyata juga mampu bersaing ekspor.

Kunyit merupakan salah satu primadona tanaman obat yang banyak dikembangkan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur khususnya Kabupaten Ponorogo.  CV Berkah Jaya tengah siapkan pelepasan 110 ton kunyit ke India.

Perusahaan ini bergerak di bidang ekspor tanaman obat seperti gingseng, kunyit dan lengkuas. Pihaknya bekerja sama dengan petani mitra dan rutin melakukan ekspor sejak 2017.

Kunyit yang diekspor berasal dari petani mitra dan non mitra di daerah Kediri, Pacitan, Trenggalek, dan Wonogiri. Kunyit yang diekspor dalam bentuk kering dan memiliki kandungan curcumin minimal 4%.

Direktur Utama Berkah Jaya, Gigih menjelaskan bahwa perusahaannya rutin ekspor ke negara yang terkenal dengan julukan negara anak benua tersebut.

"Tahun 2017 kami ekspor 100 ton kunyit kering. Pada 2018 volumenya meningkat hingga 1.100 ton per tahun. Tahun ini ditargetkan 1.000 ton," terang Gigih.

Gigih menyebutkan, ekspor dilakukan sebanyak 10 kali pengiriman. Sekali kirim volumenya 100-110 atau 5 kontainer dengan nilai ekspor mencapai Rp1,8 miliar. "Untuk tahun ini rencananya pengiriman perdana akan kami lakukan minggu pertama Februari dan berlanjut hingga Desember mendatang," ujar Gigih.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, menyatakan sangat bangga dan mendukung kinerja ekspor CV Berkah Jaya. "Saya sangat bangga atas hal ini. Ternyata produk-produk tanaman obat kita diminati negara lain" ujar Prihasto.

"Saya berharap CV Berkah Jaya bisa terus meningkatkan volume ekspor dan memperluas jaringan pasarnya untuk medukung Gratieks," sambungnya.

Pria yang sering disapa Anton itu juga berharap petani terus gigih meningkatkan hasil produksinya termasuk menerapkan teknologi terbaru.

"Di sisi on farm, saya juga berharap agar petani tanaman obat semakin semangat dalam berbudidaya. Kemudian juga mau dan mampu menerapkan teknologi-teknologi modern untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan saya saing produknya," tegas Anton.

KEYWORD :

Gedor Hortikultura Syahrul Yasin Limpo Ekspor Hortikultura Ekspor Kunyit




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :