Sabtu, 29/11/2025 21:22 WIB

Apa Itu Supermoon? Fenomena Unik Awal Desember di Indonesia





Ada kalanya bulan tampak lebih besar dan lebih terang daripada biasanya. Momen ini disebut supermoon.

Penampakan Supermoon di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (3/12) | foto: Giuseppe Cacace/AFP

Jakarta, Jurnas.com - Setiap malam purnama, bulan tampak dengan indah di langit malam. Namun ada kalanya bulan tampak lebih besar dan lebih terang daripada biasanya. Momen ini disebut supermoon.

Secara teknis, supermoon terjadi ketika fase bulan purnama bertepatan dengan saat bulan berada paling dekat dengan Bumi dalam orbit elipsnya. Karena jaraknya lebih dekat, bulan terlihat sedikit lebih besar dan cahayanya lebih terang.

Orbit bulan di sekitar Bumi tidak berbentuk lingkaran sempurna melainkan elips. Artinya jarak bulan ke Bumi berubah-ubah, kadang lebih dekat (perigee), kadang lebih jauh (apogee). Saat purnama bertepatan dengan perigee itulah supermoon terjadi.

Perbedaan ini menyebabkan bulan tampak hingga sekitar 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dibanding purnama biasa, meskipun perbedaannya bisa sulit disadari bagi yang tidak memperbandingkan langsung.

Namun, meskipun sedikit perbedaan ukuran dan kecerahan, efek visual malam hari terutama saat bulan terbit di ufuk bisa terasa dramatis. Garis cakrawala, gedung, pepohonan, dan objek lain bisa membuat bulan tampak lebih besar dari perkiraan.

Selain efek visual, supermoon juga bisa mempengaruhi gejala alam di Bumi. Karena gravitasi bulan lebih dekat, efek pasang surut air laut bisa sedikit lebih kuat, sehingga di beberapa wilayah pantai potensi rob atau gelombang lebih tinggi perlu diwaspadai.

Periode supermoon 2025 memang termasuk padat, terjadi tiga kali berturut-turut yakni Oktober, November, dan Desember. Untuk Desember, supermoon dijadwalkan muncul pada 4 Desember 2025 (UTC) atau pagi hari 5 Desember 2025 pukul 06:14 WIB.

Versi Desember ini sering disebut juga Cold Supermoon, sebagai purnama akhir tahun. Diperkirakan jarak bulan ke Bumi sekitar 357.219 km saat perigee, relatif dekat dibanding rata-rata.

Artinya, malam hari antara 4–5 Desember bisa jadi waktu terbaik tahun ini untuk melihat bulan dengan tampilan besar dan cerah, jika cuaca dan kondisi langit mendukung.

Meskipun bulan purnama terjadi setiap bulan, supermoon jauh lebih jarang. Itu karena agar terjadi supermoon, dua kondisi harus bertemu, yaitu fase purnama dan posisi perigee. Karena orbit bulan elips dan dipengaruhi banyak faktor, jarang kedua kondisi itu bertepatan.

KEYWORD :

apa itu supermoon fenomena supermoon 2025 supermoon Desember Indonesia Cold Supermoon




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :