Tanaman citronella (Foto: Ronin/Unsplash)
Jakarta, Jurnas.com - Nyamuk merupakan salah satu masalah paling umum di rumah-rumah wilayah tropis. Selain mengganggu kenyamanan, nyamuk juga menjadi perantara berbagai penyakit seperti DBD, malaria, dan chikungunya.
Karena itu, banyak orang mulai melirik cara alami untuk mengurangi keberadaan nyamuk dengan memanfaatkan tanaman pengusir serangga.
Menggunakan tanaman tidak hanya aman, tetapi juga ramah lingkungan dan bisa mempercantik rumah. Tanaman tertentu mengandung minyak atsiri yang aromanya tidak disukai nyamuk. Dengan perawatan yang tepat, tanaman ini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga rumah tetap nyaman.
Salah satu tanaman paling populer adalah serai wangi. Tumbuhan ini mengandung citronella, komponen alami yang banyak digunakan dalam lotion atau spray anti-nyamuk. Aromanya yang kuat efektif menghalau nyamuk, terutama jika ditanam di pot besar atau di sudut halaman.
Lavender juga dikenal luas sebagai tanaman pengusir nyamuk. Minyak atsiri dalam lavender mengandung linalool dan eucalyptol yang memiliki kemampuan repelan alami. Tanaman ini memiliki warna ungu yang indah sehingga sekaligus menambah nilai estetika.
Tanaman berikutnya adalah kemangi, yang mengandung estragole dan citronellal. Daunnya biasa digunakan sebagai lalapan, namun aromanya dapat membuat nyamuk menjauh. Kemangi cocok ditempatkan di dapur atau dekat jendela.
Bunga geranium mengeluarkan aroma khas yang tidak disukai nyamuk. Minyak atsiri dari tanaman ini banyak digunakan dalam produk anti serangga. Geranium juga mudah dirawat dan cocok ditempatkan di area terbuka yang mendapat sinar matahari.
Mint memiliki aroma segar yang disukai manusia tetapi dibenci nyamuk. Selain itu, mint cepat tumbuh dan bisa diperbanyak dengan mudah. Tanaman ini cocok ditaruh di teras atau area berkumpul di rumah.
Tak kalah efektif, rosemary mengandung cineole dan camphor yang membantu mengusir nyamuk. Rosemary juga sering dipakai sebagai tanaman dapur sehingga memiliki manfaat ganda.
Catnip atau tanaman anting-anting kucing mengandung nepetalactone yang terbukti dalam beberapa penelitian lebih efektif dari DEET dalam konsentrasi tertentu. Namun tanaman ini cenderung sangat cepat tumbuh dan perlu dikontrol.
Menggunakan kombinasi beberapa tanaman biasanya memberikan efek lebih baik. Tanaman-tanaman ini dapat ditempatkan di jendela, pintu masuk, atau area yang rawan nyamuk berkumpul. Rajin memangkas dan memastikan kondisi tanah kering dapat mencegah tanaman menjadi sarang nyamuk.
Selain tanamannya, minyak atsiri dari tanaman tersebut juga dapat dipakai untuk diffuser. Ini memberi aroma alami sekaligus menjaga lingkungan rumah lebih nyaman.
Dengan perawatan yang tepat, tanaman pengusir nyamuk tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga membantu menciptakan ruangan yang asri. Cara alami ini bisa menjadi alternatif sebelum menggunakan obat kimia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
tanaman anti nyamuk pengusir nyamuk alami tanaman citronella





















