Kamis, 25/04/2024 23:06 WIB

Petani Kakao Sulsel Minta Firli Usut Dugaan Penyelewengan Pupuk Subsidi!

Banyak petani yang terpaksa membeli dengan mengupayakan segala cara.

Para petani kakao di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Foto: Dok. jurnas.com

JAKARTA, Jurnas.com - Sejumlah petani kakao di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, meminta Ketua KPK Firli Bahuri untuk menelisik potensi penyelewengan tata kelola pupuk bersubsidi.

Hal itu dianggap penting di tengah fenomena langkanya pupuk subsidi yang dapat mengancam produksi pangan petani.

“Hanya beberapa yang dapat (pupuk subsidi), terus ada salah sasaran juga, yang seharusnya bisa dapat malah tidak dapat,” kata Ketua Komunitas Petani Kakao Luwu Timur, Ahmad Rizal melalui keterangan tertulis yang diterima jurnas.com di Jakarta (3/11/2022).

Pihaknya khawatir kelangkaan tersebut nantinya membuat kualitas produksi menurun sehingga harga jual jadi jeblok. Sementara, lanjutnya, membeli pupuk nonsubsidi dirasa memberatkan petani mengingat harganya sangat mahal.

“Urea subsidi kisaran Rp120.000-135.000 satu zak (50 kg) sudah dengan ongkos bongkar, nonsubsidi mencapai kisaran Rp350.000. NPK Phonska subsidi kisaran Rp160.000 – 170.000 nonsubsidi Rp350.000 sampai sekitar Rp450.000,” ungkapnya.

Dia menyatakan, mahalnya harga pupuk nonsubsidi tak sebanding dengan pendapatan petani. Terlebih saat ini harga-harga kebutuhan pokok dan biaya produksi selain pupuk juga semakin mahal.

Meski demikian, tegasnya, banyak petani yang terpaksa membeli dengan mengupayakan segala cara.

“Kebanyakan ngutang, cari pinjaman ke mana saja daripada dibiarkan malah tidak jadi apa-apa,” tuturnya.

Sementara, perwakilan petani Syamsuding menyampaikan, petani nyaris tak punya pilihan dengan situasi yang ada.

Dia sendiri lebih memilih menggunakan pupuk seadanya karena tak punya kemampuan membeli pupuk nonsubsidi sesuai jumlah yang dibutuhkan.

Dia pun bersikap pasrah jika kelak hasil produksi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan serta dihargai murah.

“Mudah-mudahan masih ada harapan bisa diperbaiki, makanya kami mohon ke Pak Firli ini diusut karena saya dengar ada banyak permainan,” jelasnya.

Syarif dan petani lainnya percaya terhadap Firli lantaran reputasinya dalam menangkap koruptor.

Purnawirawan polisi bintang tiga itu dinilai berani serta tidak pandang bulu menjerat mafia yang merugikan masyarakat.

“Kami dukung beliau berantas korupsi, berantas mafia pupuk,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga bertekad mendukung Firli untuk menjadi presiden 2024 bila terus konsisten membela kepentingan dan aspirasi petani.

“Yang dilakukan beliau mewakili keresahan rakyat di bawah,” pungkasnya.

KEYWORD :

Petani Kakao Firli Pupuk bersubsidi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :