Rabu, 24/04/2024 07:28 WIB

WHO Prihatin dengan Tsunami Kasus dari Varian COVID-19

Tedros mengulangi seruannya kepada negara-negara untuk berbagi vaksin secara lebih adil dan memperingatkan bahwa penekanan pada booster di negara-negara kaya dapat membuat negara-negara miskin kekurangan pukulan.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (Dirjen WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: AFP)

JENEWA, Jurnas.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, sirkulasi simultan varian Delta dan Omicron dari virus corona menciptakan "tsunami kasus".

"Delta dan Omicrom sekarang menjadi ancaman kembar yang meningkatkan kasus hingga mencapai angka rekor, menyebabkan lonjakan rawat inap dan kematian," kata Tedros pada konferensi pers pada Rabu (29/12).

"Saya sangat prihatin bahwa Omicron, yang sangat menular dan menyebar pada saat yang sama seperti Delta, menyebabkan tsunami kasus," sambung dia.

Tedros mengulangi seruannya kepada negara-negara untuk berbagi vaksin secara lebih adil dan memperingatkan bahwa penekanan pada booster di negara-negara kaya dapat membuat negara-negara miskin kekurangan pukulan.

Dia mengatakan WHO berkampanye untuk setiap negara untuk mencapai target cakupan vaksin 70 persen pada pertengahan 2022, yang akan membantu mengakhiri fase akut pandemi.

Malam Tahun Baru akan menandai peringatan kedua China yang memperingatkan WHO akan 27 kasus "pneumonia virus" yang tidak diketahui asalnya di kota Wuhan.

Lebih dari 281 juta orang telah dilaporkan terinfeksi oleh virus corona baru secara global dan lebih dari 5 juta telah meninggal, menurut penghitungan Reuters.

Sumber: Reuters

KEYWORD :

WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus Varian COVID-19 Delta Omicron




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :