Rabu, 19/01/2022 05:28 WIB

Model Perkuliahan Universitas Terbuka Dinilai Cocok untuk Atlet

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menyebut model perkuliahan jarak jauh yang diterapkan oleh Universitas Terbuka (UT), cocok dengan kesibukan atlet.

Ketua KONI Pusat, Marciano Norman dan Rektor Universitas Terbuka, Ojat Darojat (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menyebut model perkuliahan jarak jauh yang diterapkan oleh Universitas Terbuka (UT), cocok dengan kesibukan atlet.

Pasalnya, atlet umumnya harus menjalani beberapa kali pemusatan latihan (training center/TC) dalam setahun, sebelum mengikuti kompetisi. Oleh sebab itu, perkuliahan jarak jauh dibutuhkan agar atlet tetap bisa melanjutkan studi.

"Kalau mereka disuruh (kuliah) tatap muka itu berat. Makanya dengan adanya UT ini sudah tepat. Jadi bisa dari mana saja. Atlet itu kan kalau menjalani pemusatan latihan bisa sampai di luar negeri," kata Marciano di sela-sela kegiatan wisuda UT periode II tahun akademik 2020/2021 secara hybrid, pada Selasa (30/11).

Marciano juga menyambut positif adanya Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Universitas Terbuka dengan KONI Pusat, terkait pemberian beasiswa kepada 100 atlet nasional berprestasi untuk berkuliah di UT.

Menurut dia, kesempatan menempuh studi selagi melakoni peran sebagai atlet, bisa menjadi bekal untuk mempersiapkan ketika kelak atlet sudah melewati masa puncaknya.

"Dari 100 beasiswa yang diserahkan kepada kami, akan kami tindaklanjuti. Ke depan, bagi atlet yang ingin dapat beasiswa dari UT harus melalui rekomendasi dari KONI," ujar Marciano.

Rektor Universitas Terbuka, Ojat Darojat dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan 100 kuota beasiswa pendidikan kepada para atlet berprestasi, yang berhasil membawa pulang medali dari ajang PON XX Papua.

Beasiswa pendidikan tersebut diserahkan melalui KONI Pusat, untuk kemudian disalurkan kepada para atlet peraih medali PON XX, yang ingin menempuh pendidikan di Universitas Terbuka.

"Dengan kerja sama ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi dan pengetahuan, dalam rangka pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang andal," jelas Ojat.

Ojat memastikan bahwa 100 beasiswa pendidikan bagi atlet berprestasi tidak hanya menyasar peraih medali PON XX Papua, namun juga atlet berkebutuhan khusus yang memenangkan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas).

"Saat ini anggaran untuk beasiswa atlet ini terpisah. Kami alokasikan dari PNBP (pendapatan negara bukan pajak) dan bantuan yang diberikan oleh mitra. Dan saat ini memang masih untuk jenjang S1 (sarjana)," tutup Ojat.

TAGS : Universitas Terbuka Atlet Nasional Beasiswa Pendidikan Ojat Darojat Marciano Norman




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :