Jum'at, 26/04/2024 05:33 WIB

Vaksinasi Merata dan Setara, dr. Reisa: Harus Menjangkau Lansia

Merdeka dari pandemi COVID-19 adalah hak semua warga bangsa di dunia

dr. Reisa Broto Asmoro, Duta Adaptasi Kebiasaan Baru

Jakarta, Jurnas.com – Presiden Joko Widodo menegaskan kunci pengendalian pandemi seperti vaksinasi harus dapat dirasakan merata dan setara di seluruh penjuru dunia.

"Sejalan dengan itu, di tanah air pemerataan vaksinasi pun terus digencarkan guna memastikan setiap warga terlindungi," Kata Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr. Reisa Broto Asmoro dalam keterangannya di Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - Komite Penanganan COVID19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), akhir pekan kemarin.

Reisa menyebutkan situasi penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia terus membaik berkat kerja sama seluruh rakyat.

Pada 28 Oktober 2021, jumlah kasus harian di Indonesia tercatat tidak sampai 100 kasus per hari. Bahkan, sejak 15 Oktober 2021, konfirmasi harian sudah tercatat di bawah 1.000 kasus.

dr. Reisa menjelaskan penurunan tren kasus baru mingguan secara umum mencapai 23%. Sementara itu, jumlah kematian menurun 16% dibandingkan pekan sebelumnya. Selain itu, kasus aktif di Indonesia kini berada di bawah 1%.

Di tengah perkembangan baik tersebut, Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 ini mengingatkan bahwa lonjakan kasus masih terjadi di beberapa negara di dunia.

Ia pun mengingatkan Masyarakat Indonesia sebagai bagian dari warga dunia, harus tetap prihatin dan mendoakan agar situasi di negara lain dapat segera membaik. Pandemi di Indonesia hanya akan berakhir jika pandemi di seluruh dunia juga berhenti.

"Sebagaimana kita berprinsip bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, maka merdeka dari pandemi COVID-19 adalah hak semua warga bangsa di dunia,” tegas Reisa.

Sebagai Presidensi G-20 setahun ke depan, Presiden Joko Widodo akan mengumandangkan ajakan Recover Together, Recover Stronger atau ‘Pulih Bersama, Pulih untuk Menjadi Lebih Kuat’.

Presiden mengajak semua negara maju bekerja bersama memastikan akses terhadap vaksin COVID-19 merata dan memerangi COVID-19 bersama-sama, dengan memastikan perawatan dan pencegahan juga dilakukan oleh semua.

Reisa menyebut pemerintah tetap memprioritaskan lansia untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Pemerintah terus mendorong pemerintah daerah dan TNI/Polri untuk mengevaluasi vaksinasi lansia di daerahnya, serta menemukan pendekatan yang tepat terhadap lansia di wilayah masing-masing.

“Perlu kita ingat, bahwa kelompok lanjut usia memiliki faktor risiko hingga 60 kali lipat lebih berat dibandingkan kelompok usia muda. Maka Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya mendekatkan layanan vaksinasi agar bisa dijangkau kelompok lansia,” papar Reisa.

Untuk itu, pemerintah terus menambah sentra vaksinasi seluruh pelosok tanah air. Anggota keluarga juga diminta lebih proaktif memberikan pemahaman kepada orang tua maupun anggota keluarga yang lanjut usia agar bersedia untuk segera melakukan vaksinasi.

Reisa mengingatkan, dari 21,5 juta lansia, masih kurang 40% di antaranya yang sudah mendapatkan suntikan vaksin pertama. Sementara lansia yang telah mendapatkan dosis lengkap saat ini masih kurang dari seperempat jumlah target vaksinasi.

Hal ini perlu menjadi perhatian bersama, karena kelompok lansia masih dibayangi risiko tertular COVID-19 dan dapat menderita gejala yang berat, bahkan long COVID atau post COVID syndrome.

Reisa juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan cakupan vaksinasi secara umum, yang saat ini sudah mencapai hampir 60% dosis pertama dan hampir 40% di suntikan kedua.

“Untuk memastikan kita semua aman. Karena no one is safe until everyone is safe. Tidak ada yang aman sampai semua orang aman,” tuntas dr. Reisa.

KEYWORD :

Vaksinasi COVID-19 lansia dr. Reisa Broto Asmoro Forum Merdeka Barat 9 KPC-PEN




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :