Minggu, 05/12/2021 14:59 WIB

Penerjemahan Cerita Rakyat Strategi Lindungi Bahasa Daerah NTT

Syaiful menuturkan, berdasarkan data indeks literasi Alibaca yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikburistek) pada 2019 lalu, indeks literasi provinsi NTT hanya mencapai 29,83 persen yang termasuk dalam kategori rendah.

Kantor Bahasa Nusa Tenggara Timur (Foto: RRI)

Jakarta, Jurnas.com - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi dengan jumlah bahasa daerah terbanyak ke-3 di Indonesia. Provinsi NTT memiliki 76 bahasa daerah yang tersebar antarpulau.

Namun jumlah bahasa yang banyak ini tidak diimbangi dengan jumlah penutur yang fasih menggunakan bahasa daerah tersebut. Sehingga beberapa bahasa-bahasa daerah di NTT termasuk dalam kategori terancam punah.

"Maka diperlukan kegiatan perlindungan bahasa daerah. Dalam konteks ini, kegiatan penerjemahan termasuk salah satu upaya perlindungan bahasa daerah," kata Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Syaiful Bahri, pada Senin (18/10).

"Karena dengan melakukan kegiatan alih bahasa maka bahasa dan nilai-nilai luhur dalam bahasa daerah tersebut terdokumentasikan secara sistematis dalam bentuk naskah terjemahan," sambung dia.

Syaiful menuturkan, berdasarkan data indeks literasi Alibaca yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikburistek) pada 2019 lalu, indeks literasi provinsi NTT hanya mencapai 29,83 persen yang termasuk dalam kategori rendah.

Rendahnya literasi di Provinsi NTT dinilai berpengaruh terhadao dunia pendidikan, terutama untuk siswa-siswa kelas awal yang sedang belajar menulis dan membaca.

"Maka kegiatan literasi di NTT perlu dioptimalkan kembali, salah satunya yaitu dengan menerjemahkan cerita rakyat yang dikemas secara sederhana agar mudah dipahami oleh murid-murid kelas awal," jelas dia.

Kantor Bahasa Provinsi NTT sebagai Unit Pelaksana Teknis Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbudristek, berupaya menjalankan program KKLP Penerjemahan di Nusa Tenggara Timur.

Pada 2021, Kantor Bahasa Provinsi NTT menginisiasi kegiatan Bengkel Penulisan Produk Terjemahan Berbagai Cerita dan Karya dalam Dwibahasa (bahasa Indonesia dan daerah), yang dikhususkan untuk murid-murid sekolah kelas awal di sekolah-sekolah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) di Provinsi NTT.

"Isi kegiatan Bengkel Penulisan Produk Penerjemahan adalah penerjemahan karya sastra lokal ke dalam bahasa daerah," ujar dia.

Dengan target 21 produk penerjemahan, kegiatan ini dilaksanakan di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Belu (bahasa Dawan, Tetun, Kemak), Timor Tengah Utara (bahasa Dawan dan Tetun), Timor Tengah Selatan (bahasa Dawan), dan Kabupaten Kupang (bahasa Tetun, Manggarai, Ende, Sumba Timur, Sikka, dan Lamaholot).

TAGS : Cerita Rakyat Kantor Bahasa NTT Nusa Tenggara Timur




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :