Minggu, 29/08/2021 12:36 WIB
Auckland, Jurnas.com - Selandia Baru melaporkan 83 kasus yang didapat secara lokal dari varian virus corona Delta yang sangat menular pada Minggu (29/8).
Perdana Menteri Jacinda Ardern pada Jumat memperpanjang penguncian untuk negara berpenduduk 5,1 juta hingga tengah malam pada hari Selasa, setelah itu pembatasan sedikit dilonggarkan. Auckland, yang merupakan pusat wabah harus tetap dikunci lebih lama.
Ardern mengatakan pemerintahnya sedang mencari lebih banyak informasi tentang penyebaran infeksi. "Jika kami perlu memperketat pembatasan kami lebih lanjut, kami akan melakukannya," katanya dalam briefing yang disiarkan televisi.
Dari kasus hari Minggu, 82 dilaporkan di Auckland, kota terbesar di Selandia Baru, dan yang lainnya di ibu kota, Wellington.
Bensin Mahal, Kendaraan Listrik Laris Manis di Selandia Baru
Ini Sejarah Peringatan Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia
Prabowo Ingin Kirim Mahasiswa Belajar Kedokteran di Selandia Baru
Warga Selandia Baru hidup hampir bebas virus dan tanpa pembatasan sampai wabah Agustus. Sejauh ini, negara itu telah mencatat lebih dari 3.100 kasus virus corona yang dikonfirmasi sejak awal pandemi dan 26 kematian terkait, menurut kementerian kesehatan.
Dari kasus masyarakat saat ini, 34 orang dirawat di rumah sakit dan dua di antaranya dalam perawatan intensif. Kasus komunitas aktif mencapai 511, dengan 496 di antaranya di Auckland.
"Memiliki kasus positif di komunitas kami, bersama dengan dampak penguncian yang saya tahu bisa sangat meresahkan, dan ketidakpastian itu dapat memengaruhi kesehatan mental semua orang," kata Ardern, mengumumkan sumber keuangan tambahan untuk kesehatan mental dan mendesak orang untuk mencari bantuan.
"Jadi, tidak apa-apa untuk merasa kewalahan, merasa kesal, atau bahkan merasa frustrasi karena situasi ini seringkali semuanya itu," sambungnya. (Reuters)
Keyword : Selandia BaruKasus COVID-19Varian Delta