Selasa, 24/08/2021 10:38 WIB
Kabul, Jurnas.com - Taliban tidak akan menyetujui perpanjangan misi evakuasi dari Afghanistan dan memperingatkan konsekuensi jika diperpanjang melampaui tenggat waktu.
"Langkah itu berarti memperpanjang pendudukan dan itu adalah garis merah," kata Suhail Shaheen, anggota delegasi Taliban di Doha, ibu kota Qatar, pada Senin (23/8).
Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden diperkirakan akan segera memutuskan apakah akan memperpanjang tenggat waktu 31 Agustus itu untuk menerbangkan orang Amerika dan sekutu mereka ke tempat yang aman.
"Itu akan menciptakan ketidakpercayaan di antara kita. Jika mereka berniat melanjutkan pendudukan, itu akan memancing reaksi," kata Shaheen menambahkan.
Iran Disebut Setuju Buka Selat Hormuz Tanpa Tarif
AS dan Iran Dikabarkan Bertemu di Swiss Pekan Depan
Imbas Pengelolaan Data dan Dampak AI, OpenAI Hadapi Penyelidikan Masif di A
Shaheen menjelaskan kerumunan besar di Bandara Internasional Kabul Hamid Karzai ada di sana dengan harapan untuk keluar dari kemiskinan di Afghanistan. Ia menyatakan ketakutan akan penindasan oleh Taliban digunakan sebagai dalih dan tidak berdasar.
Seorang pejabat NATO mengatakan bahwa sedikitnya 20 orang tewas di dalam dan sekitar bandara dalam seminggu terakhir ketika warga Amerika dan warga Afghanistan yang rentan berusaha untuk mencapai fasilitas tersebut.
Seorang penjaga keamanan Afghanistan tewas dalam baku tembak antara pria bersenjata tak dikenal dan pasukan Afghanistan di gerbang utara bandara Kabul, kata militer Jerman.
Tiga orang lagi terluka dalam baku tembak pada Senin pagi yang juga melibatkan pasukan Jerman dan AS, kata militer Jerman di Twitter. (Aljazeera)
Keyword : Amerika SerikatTalibanAfghanistan