Minggu, 22/08/2021 17:45 WIB
Washington, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken berbicara dengan Menteri Luar Negeri Lithuania, Gabrielius Landsbergis, sepakat untuk melakukan tindakan terkoordinasi bilateral, untuk melawan ancaman China.
Sebagaimana diketahui, Lithuania mendapatkan tekanan China menyusul kebijakan Lithuania mengembangkan hubungan dengan Taiwan, yang dianggap masih bagian dari China alih-alih negara yang berdiri sendiri.
China pada 10 Agustus menuntut agar Lithuania menarik duta besarnya di Beijing, dan mengatakan akan memanggil kembali utusan China untuk Vilnius.
Ini dilakukan setelah negara Baltik tersebut mengizinkan Taiwan yang diklaim China untuk membuka kedutaan de facto di sana, menggunakan namanya sendiri.
Bertemu Dubes China, Mendes Dorong Kerja Sama Pengentasan Daerah Tertinggal
PM Spanyol Minta China Ambil Peran Lebih Besar di Panggung Global
China Umumkan 10 Insentif Baru untuk Taiwan, Apa Saja?
"Tindakan agresif sepihak China dan tekanan politik di Lithuania sama sekali tidak dapat diterima," demikian sebuah pernyataan hasil panggilan telepon yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri Lithuania pada Minggu (22/8) dikutip dari Reuters. Pernyataan itu tidak memberikan rincian tindakan bilateral yang disepakati.
Dalam pernyataan terpisah, Departemen Luar Negeri AS mengatakan Menteri Blinken "menggarisbawahi solidaritas kuat AS dengan sekutu NATO kami dan mitra UE Lithuania dalam menghadapi perilaku pemaksaan Republik Rakyat China".
China menganggap Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayah kedaulatannya. Amerika Serikat adalah pendukung internasional terkuat Taiwan dan pemasok utama senjata.
Keyword : Menlu AS Anthony Blinken Lithuania China Taiwan