Komisi III: Setelah Ada BNPT, Teror Kok Marak

Selasa, 15/11/2016 08:20 WIB

Jakarta - Teror bom di Gereja Oikoumene Samarinda, Kalimantan Timur dinilai sebagai kegagalan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam memberangus pelaku teroris.

Wakil Ketua Komisi III DPR Desmon J Mahesa mengatakan, program deradikalisasi yang dilakukan oleh BNPT tidak memberi manfaat bagi pelaku teroris.

"Dasarnya sederhana, sebelum ada BNPT, teroris nggak sedahsyat sekarang. Setelah ada lembaga ini kok semakin parah. Kesannya ada project," kata Desmon.

Sebab, kata Desmon, pelaku teror tersebut merupakan mantan narapidana terorisme. Untuk itu, Desmon mempertanyakan pegawasan yang dilakukan oleh BNPT.

"Ini kan pelakunya mantan pelaku teror yang sudah masuk Lapas, itu kan dalam pengawasan BNPT. Kalau ada yang melakukan bom lagi, berarti kan pengawasan itu gagal," tegasnya.

Diketahui, pelaku teror bom di halaman Gereja Oikoumene Samarinda, Kalimantan Timur belakangan diketahui merupakan eks napi kasus teroris bom buku pada 2011 silam.

TERKINI
Bebas Bergerak di Hari Tua, Ini 6 Tips Menjaga Kesehatan Sendi Sejak Dini Mengenal Olahraga Low Impact dan Beragam Jenisnya Warga Palestina yang Tewas Akibat Serangan Israel Tembus 74.016 Pezeshkian Sebut Iran Tak Lagi Percaya Berunding dengan AS