Senin, 14/11/2016 12:15 WIB
Jakarta - Bom berdaya ledak rendah yang terjadi di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, akan berdampak buruk daripada trauma akibat bencana alam.
"Karena itu, perlu penanganan yang komprehensif terhadap korban, khususnya anak-anak. Trauma, apa pun sumbernya niscaya menyakitkan," kata Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Indonesia Reza Indragiri Amriel.
DPR Setujui Penerimaan Hibah Alpalhankam dari Jepang
Studi Tunjukkan Aktivitas Intens 1 Menit Sehari Ini Bisa Perpanjang Umur
Daftar Top 10 Netflix Pekan Ini, Avatar: The Last Airbender dan Mea Culpa di Posisi Teratas
Keyword : Bom Samarinda Trauma Anak LPA