Bicara Senjata Nuklir, Rusia Ingin Inggris dan Prancis Terlibat

Kamis, 29/07/2021 16:42 WIB

Moskow, Jurnas.com - Rusia ingin Inggris dan Prancis dimasukkan dalam pembicaraan pengendalian senjata nuklir yang lebih luas dengan Amerika Serikat (AS). Sebaliknya, Washington ingin menyertakan China.

Pejabat senior AS dan Rusia bertemu di Jenewa pada Rabu (28/7) kemarin, untuk memulai kembali pembicaraan senjata nuklir.

Pertemuan itu bertujuan meredakan ketegangan di antara berbagai negara kekuatan senjata nuklir terbesar pasca Perang Dingin.

Duta Besar Rusia untuk Washington, Anatoly Antonov mengatakan, perluasan pembicaraan pengendalian senjata untuk memasukkan lebih banyak kekuatan merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Moskow memandang Inggris dan Prancis sebagai prioritas dalam hal itu.

"Pertanyaan ini memiliki relevansi khusus mengingat keputusan London baru-baru ini untuk meningkatkan tingkat maksimum hulu ledak nuklir sebesar 40 persen menjadi 260 unit," kata Antonov dikutip dari Reuters pada Kamis (29/7).

Dalam komentar terpisah, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan bahwa Amerika Serikat ingin China dimasukkan dalam pembicaraan yang lebih luas tentang pengendalian senjata nuklir.

TERKINI
Dasco Temui Buruh, Sebut UU Pelindungan Ketenagakerjaan Kado untuk Pekerja Update Ranking Timnas Indonesia usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Pemerintah Targetkan Groundbreaking PSEL di 12 Kota Sebelum Akhir 2026 Kemenag Buka Bantuan Pendidikan S2-S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syaratnya