Rabu, 28/07/2021 16:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Maroko memperpanjang selama sebulan keadaan darurat kesehatan yang diberlakukan di antara langkah-langkah untuk memerangi virus corona baru.
Dalam sebuah pernyataan, pemerintah negara Afrika Utara itu mengatakan status darurat, yang seharusnya berakhir pada 10 Agustus akan berlanjut hingga 10 September.
Maroko telah mengkonfirmasi 9.638 kematian terkait virus corona dan 588.448 kasus penyakit, sementara 549.116 orang sejauh ini telah pulih, menurut Kementerian Kesehatan Maroko.
Lebih dari 22 juta orang telah mendapatkan vaksin COVID-19 di negara berpenduduk sekitar 36 juta, termasuk hampir 10 juta yang menerima dua dosis penuh. (AA)
Trump Klaim Bisa Lakukan Operasi di Kuba Seperti Venezuela
30 Orang Tewas Akibat Serangan Israel di Lebaon pada Jumat
Enam Polisi Terluka Akibat Serangan Bom di Thailand Selatan