Negara Di Dunia Mengalokasikan US$ 11 triliun Menangani Pandemi Covid 19

Selasa, 27/07/2021 20:49 WIB

Jakarta. Jurnas.Com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan seluruh negara di dunia telah mengalokasikan dana lebih dari US$ 11 triliun untuk menangani pandemi Covid-19.

“Di dalam pertemuan G20, kita selalu mengidentifikasi bahwa untuk menghadapi pandemi yang begitu hebat ini, dunia bahkan sudah mengalokasikan lebih dari US$11 triliun,” kata Menkeu secara daring dalam ESG Capital Market Summit 2021, Selasa (27/07).

Instrumen dan kebijakan yang dimiliki dimanfaatkan untuk menghadapi ancaman pandemi, agar dapat membuat perekonomian mampu bertahan hingga pulih kembali.

Kebijakan fiskal, kebijakan moneter, regulasi seperti di OJK, semuanya dilakukan untuk bisa menghadapi ancaman itu, melindungi masyarakat dan dunia usaha, dan perekonomian agar tetap bisa bertahan. Dan bahkan juga seluruh policy, regulasi, instrumen, sumber daya dipakai tidak hanya masyarakat dan dunia usaha bisa bertahan, namun juga bisa pulih kembali,” kata Sri Mulyani.

Covid-19 menjadi suatu tantangan global karena tidak ada satu negara yang bisa dikecualikan dari ancaman kesehatan ini. Virus ini terus-menerus mengalami mutasi sehingga tingkat penularannya maupun tingkat mematikannya terus bergerak dan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan.

“Kita sudah 18 bulan, seluruh dunia tanpa kecuali, semuanya menghadapi tantangan ini dan ikhtiar yang dilakukan dampak dari Covid terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan tentu kesehatan, ancaman jiwa itu begitu sangat besar,” ucapnya.

Di bidang kesehatan, berbagai cara juga dilakukan untuk memutus tali penularan virus Covid-19 dan implikasinya begitu dahsyat di bidang sosial, ekonomi, bahkan politik.

“Karena masyarakat tidak boleh melakukan kegiatan seperti biasa, interaksi, mobilitas, semuanya dibatasi, dan ini pasti memukul sektor sosial ekonomi dari suatu negara,” ujar mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini.

Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan seluruh negara telah menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk melindungi rakyat dari dampak pandemi Covid-19.

“US$11 triliun sudah dibelanjakan seluruh dunia dalam bentuk fiskal defisit yang melebar, dalam bentuk monetary easing yang semuanya adalah tujuannya untuk bisa menghadapi pandemi Covid-19,” pungkas Sri Mulyani.

TERKINI
Rusia Sebut AS Siap Negosiasikan Penyelesaian Konflik Ukraina UNICEF Catat 59 Anak Tewas di Lebanon Sepekan Terakhir Sejarah Haji dan Kisah Siti Hajar di Tanah Suci Menteri Pigai Usul Bentuk Dinas Gizi Daerah untuk Awasi Program MBG