Nekat Masuk, Pasukan Perlawanan Irak Siap Perangi Tentara Asing

Minggu, 25/07/2021 08:30 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Komite Koordinasi Perlawanan Irak, yang terdiri dari empat kelompok Syiah yang berafiliasi dengan Iran, berjanji untuk memerangi tentara asing di negara tersebut.

Ini terjadi hanya beberapa jam setelah peluncuran putaran keempat dialog strategis di Washington, di mana Menteri Luar Negeri Fuad Hussein menyatakan bahwa negaranya memerlukan program persenjataan dan pelatihan AS.

Hussein juga menegaskan bahwa negaranya siap untuk mempertahankan misi diplomatik dan markas mereka di negara itu, serta pangkalan militer AS yang menampung pasukan AS.

Komite Koordinasi Perlawanan sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap sasaran AS di Irak.

"Kami tidak akan pernah menerima keberadaan tentara asing di tanah kami tercinta dengan dalih apapun, seperti mengklaim mereka di sini sebagai konsultan," bunyi pernyataan tersebut, dilansir Middleeast, Minggu (25/07).

Pernyataan itu menambahkan bahwa pelatih AS dan aliansi internasional telah membuktikan kegagalan mereka selama sepuluh tahun terakhir dan kegagalan mereka menyebabkan runtuhnya institusi keamanan dan militer.

AS telah memimpin aliansi internasional melawan Daesh sejak 2014, karena sekitar 3.000 tentara dikerahkan di Irak, termasuk 2.500 orang Amerika.

Pada 7 April tahun ini, Baghdad mengumumkan kesepakatan dengan AS untuk mengubah pasukan aliansi internasional dari pejuang menjadi konsultan.

Kemudian, Baghdad mengumumkan pembentukan komite yang mencakup pejabat pertahanan untuk memulai pembicaraan dengan AS tentang penarikan dari Irak.

Pada 5 Januari 2020, Parlemen Irak memilih untuk mengusir pasukan AS dari negara itu.

TERKINI
Apa Itu Hipertensi? Ini Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai Mengapa Hari Hipertensi Sedunia Diperingati Setiap 17 Mei? Ini Sejarahnya Mengenal Sosok Abdul Malik Fadjar, Pencetus Hari Buku Nasional di Indonesia Hari Buku Nasional 17 Mei, Ini Sejarah dan Alasan Diperingati Setiap Tahun