Israel Ingin Bantuan Asing untuk Gaza Berbentuk Voucher

Selasa, 13/07/2021 17:33 WIB

Yerusalem, Jurnas.com - Israel ingin bantuan asing ke Gaza disalurkan dalam bentuk voucher. Hal ini bertujuan mengantisipasi sumbangan diperalat oleh Hamas untuk kebutuhan gudang senjata.

Sejumlah badan kemanusiaan menempatkan biaya rekonstruksi terbaru untuk Jalur Gaza sebesar US$500 juta, setelah 11 hari pertempuran lintas perbatasan pada lalu Mei.

Qatar membiayai konstruksi dan proyek lainnya senilai lebih dari US$1 miliar di Gaza, sebagian dalam bentuk tunai, setelah perang pada tahun 2014. Pembayaran tersebut dipantau dan disetujui oleh Israel, dan Doha menjanjikan US$500 juta lagi pada akhir Mei.

Atas pertimbangan itulah, Menteri Keamanan Dalam Negeri, Omer Barlev, mengatakan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett ingin ada perubahan kebijakan.

"Uang Qatar untuk Gaza tidak akan masuk sebagai koper penuh dolar yang berakhir dengan Hamas, di mana Hamas pada dasarnya mengambil bagian penting untuk dirinya sendiri dan pejabatnya," katanya kepada Radio Tentara Israel dikutip dari Reuters pada Selasa (13/7).

"Bantuan itu akan menjadi voucher makanan, atau voucher untuk bantuan kemanusiaan, dan bukan uang tunai yang dapat diambil dan digunakan untuk mengembangkan persenjataan untuk digunakan melawan Negara Israel," imbuh dia.

Hamas, yang sebelumnya membantah menggunakan bantuan Gaza untuk militernya, tidak segera berkomentar. Mohammed Al-Emadi, utusan bantuan Qatar untuk Gaza, tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar.

Barlev menyebut mekanisme bantuan yang diusulkan harus dijalankan terutama melalui PBB. Dia tidak mengesampingkan sumbangan lanjutan dari Qatar, dan meningkatkan kemungkinan bantuan Uni Eropa.

"Jika mekanismenya seperti ini, saya yakin Israel akan membantu memperbaiki situasi kemanusiaan di Jalur Gaza," jelas dia.

Uni Eropa, Amerika Serikat dan beberapa negara lain telah menetapkan Hamas sebagai organisasi teroris.

TERKINI
Neymar Kembali Berlatih, Timnas Brasil Dapat Suntikan Motivasi Legenda Timnas Inggris: Kebugaran Jadi Masalah Terbesar Bukayo Saka Lionel Scaloni Bantah Hoaks Ayah Messi Meninggal Dunia Eks Bek Timnas Ungkap Indikasi Ketegangan Bellingham dan Thomas Tuchel