Jum'at, 02/07/2021 20:32 WIB
Paris, Jurnas.com - -Germain/" style="text-decoration:none;color:red;">Paris Saint-Germain (PSG) disarankan mencadangkan -decoration:none;color:red;">Kylian Mbappe selama setahun, jika pemain Prancis itu tersebut enggan menandatangani perpanjangan kontrak.
Demikian disampaikan mantan pemain PSG di Eric Di Meco, yang meminta klub ibu kota Paris itu tidak tunduk di bawah tekanan pemain.
Bintang 22 tahun itu belum berkomitmen untuk tinggal lebih lama di Parc des Princes, meskipun saat ini memasuki 12 bulan terakhir dari kontraknya.
"Masalah dalam cerita ini ialah dengan membiarkan dia memasuki tahun terakhir kontraknya, dialah yang memegang kartunya," kata Di Meco dikutip dari Goal pada Jumat (2/7).
Menlu Korsel dan Iran Bahas Keamanan Pelayaran di Selat Hormuz
Pemain Ini Kaget Pelatihnya Tiba-Tiba Resign saat Konferensi Pers
Krisis Sudan Selatan, PBB Peringatkan Warga Sipil-Transisi Politik Terancam
"Yang dapat Anda lakukan ketika Anda adalah PSG dan Anda kuat ialah mengatakan, `Anda tidak ingin melanjutkan (bersama kami)? Anda bisa tetap di bangku cadangan sepanjang tahun`," sambung dia.
"Paris memiliki sarana untuk melakukannya. Dan dengan melakukan itu, Anda menunjukkan kepada orang-orang yang datang bahwa mereka tidak dapat menjalankan pertunjukan."
Mbappe telah menghabiskan empat musim terakhir bersama PSG, membantu klub itu meraih tiga gelar Ligue 1 dan satu final Liga Champions. Dia juga telah mencetak 111 gol dalam 127 penampilan.
Sementara Di Meco percaya sikap keras perlu diambil PSG, mantan rekan Mbappe di timnas Prancis, Adil Rami menyebut pemain berbakat berhak mendikte masa depannya sendiri.
"Kylian tidak melakukan kesalahan, dia menghormati kontraknya. Ada prinsip, dan kontrak. Dia berada dalam haknya," tegas Adil.