Rabu, 30/06/2021 07:55 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pasukan Israel menghancurkan sebuah toko dan apartemen di lingkungan Silwan di Yerusalem Timur yang diduduki pada Selasa (29/06) kemarin.
Dilansir Middleeast, Rabu (30/06), pihak berwenang Israel mengutip kurangnya izin bangunan untuk meratakan dua bangunan di kawasan al-Bustan dan Al-Suwayeh di lingkungan itu.
Pembongkaran tersebut telah memicu bentrokan antara warga Palestina yang marah dan polisi Israel, yang menembakkan tabung gas air mata dan peluru berlapis karet untuk membubarkan pengunjuk rasa.
Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 13 petugas medis terluka selama kekerasan tersebut.
Tidak ada komentar dari otoritas Israel atas laporan tersebut.
Aktivis Global Sumud Pertama Tiba di Turki Setelah Deportasi Israel
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Armada Bantuan Gaza
Media Israel Sebut Pasukan Israel Bersiap Mencegat Armada Bantuan Gaza
Warga Palestina menuduh Israel melakukan kebijakan pembongkaran rumah di lingkungan Silwan, selatan kompleks Masjid Al-Aqsha, dengan motivasi untuk mengganti penduduk Arab dengan pemukim Israel.
Jawad Siam, direktur Wadi Hilweh Center, memperingatkan bahwa sekitar 8.000 orang berisiko dideportasi langsung atau tidak langsung dari Silwan baik melalui pembongkaran rumah mereka atau melalui proyek pemukiman.
Keyword : Pasukan Israel Bangunan Palestina Yerusalem Timur