Rabu, 23/06/2021 12:59 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, Himmatul Aliyah meminta agar uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dihentikan sementara di provinsi yang mengalami lonjakan tertinggi kasus Covid-19.
Dimana, berdasarkan data Satuan Tugas Covid-19 menunjukkan lonjakan tertinggi kasus Covid-19 dengan sebaran tertinggi secara berturut-turut terjadi di provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Banten, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Tumur, dan Riau, sejak Senin (21/6).
"Saya juga mengharapkan pemerintah daerah di provinsi-provinsi tersebut meninjau ulang pelaksanaan PTM terbatas yang rencananya diadakan pada tahun ajaran baru Juli 2021," kata Himmatul Aliyah, melalui pesan singkatnya, Rabu (23/6).
Menurutnya, dengan memaksakan penyelenggaraan PTM terbatas saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 dapat mengancam kesehatan dan keselamatan guru dan siswa.
Raih KWP Award 2026, Amelia Komit Jaga Ruang Digital yang Sehat dan Aman
Sekjen Demokrat Respon RUU Pemilu: Waktu Masih Panjang
Sarmuji Sabet Penghargaan Legislator Responsif Terhadap Aspirasi Publik
"Padahal, ketentuan dalam SKB Empat Menteri mengenai Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 menyebutkan bahwa proses pembelajaran selama Covid-19 harus memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan," terangnya.
Sementara, lanjut Himmatul, sejumlah daerah di Indonesia yang tidak ada penambahan kasus (zona hijau) dapat menyelenggarakan PTM terbatas. Namun, mengingat masih terjadinya lonjakan kasus Covid-19, pemerintah daerah harus mempertimbangkan tingkat risiko penyebaran Covid-19 di wilayahnya saat akan memutuskan menyelenggarakan PTM terbatas.
"Jika dalam perkembangannya menunjukkan tingkat risiko yang tinggi maka pemerintah daerah harus menunda pelaksanaan PTM terbatas," kata Anggota DPR dari Dapil DKI Jakarta itu.
Ia berharap agar orang tua siswa dapat bersabar atas penundaan pemberlakuan PTM terbatas. Mengingat, hal ini merupakan pilihan terbaik demi menjaga kesehatan dan keselamatan siswa.
"Saya berharap para orang tua dapat terus berperan dalam mendampingi anak-anaknya selama pembelajaran jarak jauh," katanya.
"Uji coba dan pelaksanaan PTM terbatas dapat kembali dilakukan setelah terjadi penurunan kasus Covid-19 dan vaksinasi untuk guru sudah selesai sehingga pelaksanaan PTM terbatas dirasa aman bagi guru dan siswa," demikian Himmatul.